SIPILAH Antar Mahasiswa UBSI Raih Medali Emas di Pekan Inovasi Nasional 2026 Lewat Inovasi Tempat Sampah Pintar Berbasis AI

0 10

BSINews, Jakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Tim mahasiswa UBSI berhasil meraih Medali Emas pada ajang Pekan Inovasi Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana pada 28–29 Juli 2026 di Jakarta Barat.

Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi SIPILAH (Sistem Pilah Sampah Cerdas), sebuah tempat sampah pintar yang mampu memilah sampah secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan (Edge Artificial Intelligence) dan teknologi Internet of Things (IoT).

Baca juga: AquaWarn Antar Mahasiswa UBSI Raih Medali Perak di Pekan Inovasi Nasional 2026

Pekan Inovasi Nasional 2026 mengangkat tema “Akselerasi Inovasi Kolaboratif untuk Transformasi dan Daya Saing Global” serta menjadi ajang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menampilkan hasil riset terapan yang memberikan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA). Pada kategori Inovasi Lingkungan, SIPILAH berhasil mencuri perhatian juri melalui demonstrasi pemilahan sampah otomatis yang dilakukan secara langsung di area pameran.

Inovasi SIPILAH dikembangkan sebagai solusi atas rendahnya tingkat pemilahan sampah dari sumbernya. Kondisi tersebut sering menyebabkan sampah daur ulang tercampur dengan jenis sampah lain sehingga menurunkan kualitas material dan mengurangi nilai ekonominya. Melalui teknologi yang dikembangkan, SIPILAH mampu membantu proses pemilahan secara otomatis sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih efektif sejak awal.

Sistem ini memanfaatkan kamera ESP32-CAM yang dipadukan dengan model kecerdasan buatan untuk mengenali jenis sampah yang dimasukkan pengguna. Setelah proses identifikasi selesai, mekanisme penggerak secara otomatis mengarahkan sampah ke kompartemen yang sesuai, baik untuk sampah organik, anorganik yang dapat didaur ulang, maupun residu. Selain itu, sensor ultrasonik digunakan untuk memantau kapasitas masing-masing kompartemen, kemudian mengirimkan data secara real-time ke dashboard berbasis IoT sehingga kondisi tempat sampah dapat dipantau dengan lebih mudah.

Keunggulan utama SIPILAH terletak pada kemampuan pemilahan otomatis berbasis AI yang berjalan langsung di perangkat (edge computing) tanpa bergantung pada koneksi internet. Sistem ini juga dirancang dengan biaya yang relatif terjangkau, mudah direplikasi, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan serta tujuan ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

SIPILAH dikembangkan melalui kolaborasi lintas program studi yang melibatkan empat mahasiswa UBSI, yakni Gildas Hamilu Shihhah dari Program Studi Teknik Elektro sebagai ketua tim, bersama Adiweno Rashad Sahita, Lina Fuji Lestari dari Program Studi Informatika, serta Nahwa Basyarewan dari Program Studi Teknik Elektro.

Seluruh proses pengembangan dilakukan di bawah bimbingan Rian Septian Anwar selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Elektro UBSI. Kolaborasi tersebut memadukan kompetensi di bidang sistem tertanam (embedded system), kecerdasan buatan, serta pengembangan perangkat lunak berbasis IoT.

Rian Septian Anwar mengatakan bahwa keberhasilan meraih medali emas menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Capaian medali emas ini adalah bukti bahwa kolaborasi lintas program studi mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata. SIPILAH tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga menjawab persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan hingga tahap hilirisasi,” ujar Rian dalam keterangan rilis yang diterima pada Rabu (5/8).

Sementara itu, Ketua Tim SIPILAH, Gildas Hamilu Shihhah, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang berhasil diraih sekaligus pengalaman berharga yang diperoleh selama proses pengembangan inovasi.
“Kami sangat bangga dan bersyukur. Proses ini mengajarkan kami bekerja sama menyelesaikan masalah nyata, mulai dari melatih model AI hingga merakit alat. Semoga SIPILAH bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk mengelola sampah dengan lebih baik,” kata Gildas dalam keterangan rilis yang diterima pada Rabu (5/8).

Baca juga: Bongkar Rahasia Lulusan Berkualitas, Budaya Riset Jadi Senjata Utama Mahasiswa UBSI Kampus Tangerang

Keberhasilan SIPILAH meraih medali emas semakin mempertegas komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi lintas disiplin, dan riset terapan, UBSI terus mendukung lahirnya solusi inovatif yang mampu menjawab berbagai tantangan di era transformasi digital.

Bagi generasi muda yang ingin mengembangkan potensi melalui riset, inovasi, dan kompetisi nasional maupun internasional, UBSI membuka kesempatan untuk menjadi bagian dari Kampus Digital Kreatif. Informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), program studi, beasiswa, dan berbagai kegiatan akademik dapat diakses melalui https://pmbubsi.id atau https://bsi.ac.id. Bersama UBSI, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga didorong menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan siap bersaing di tingkat global.

Leave A Reply

Your email address will not be published.