AquaWarn Antar Mahasiswa UBSI Raih Medali Perak di Pekan Inovasi Nasional 2026

0 7

BSINews, Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Tim mahasiswa UBSI berhasil meraih Medali Perak (Silver Medal) pada ajang Pekan Inovasi Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana pada 28–29 Juli 2026 di Jakarta. Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi AquaWarn, sebuah sistem monitoring sekaligus peringatan dini banjir berbasis Internet of Things (IoT).

Pekan Inovasi Nasional 2026 mengangkat tema “Akselerasi Inovasi Kolaboratif untuk Transformasi dan Daya Saing Global” serta menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menampilkan hasil riset terapan yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat maupun dunia industri.

Baca juga: Bongkar Rahasia Lulusan Berkualitas, Budaya Riset Jadi Senjata Utama Mahasiswa UBSI Kampus Tangerang

Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri dari Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), lembaga yang turut mendorong berbagai karya inovasi menuju kompetisi tingkat internasional.

AquaWarn dikembangkan sebagai solusi terhadap persoalan banjir yang masih menjadi salah satu bencana paling sering terjadi di Indonesia. Tim mahasiswa melihat bahwa salah satu penyebab tingginya dampak banjir adalah keterlambatan penyampaian informasi kepada masyarakat. Sistem peringatan konvensional seperti sirene maupun pengumuman manual dinilai memiliki keterbatasan jangkauan dan belum mampu memberikan informasi secara cepat serta real-time.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim merancang sistem terpadu yang memanfaatkan mikrokontroler ESP32-CH340 sebagai pusat kendali. Perangkat tersebut dipadukan dengan water level sensor dan sensor hujan FC-37 untuk mendeteksi kondisi lingkungan secara otomatis.

Seluruh data yang diperoleh kemudian dikirim secara real-time ke Firebase Realtime Database, ditampilkan melalui dashboard berbasis web, sekaligus diteruskan sebagai notifikasi peringatan dini kepada masyarakat melalui WhatsApp Gateway Fonnte, sehingga warga dapat menerima informasi tanpa perlu memasang aplikasi tambahan.

Selain mampu memberikan informasi secara cepat, AquaWarn juga dirancang agar menghasilkan peringatan yang lebih akurat. Sistem menerapkan integrasi penuh antara perangkat IoT, basis data, dashboard monitoring, dan layanan pesan instan dalam satu platform yang saling terhubung. AquaWarn juga dilengkapi mekanisme enam kondisi lingkungan, fitur anti-false alarm, serta cooldown system yang membuat notifikasi tidak dikirim secara berulang sehingga informasi yang diterima masyarakat tetap relevan.

Sebelum mengikuti kompetisi, AquaWarn telah melalui serangkaian pengujian black box testing terhadap 64 skenario pengujian yang mencakup perangkat keras, basis data, hingga antarmuka web. Seluruh fungsi sistem dinyatakan berjalan sesuai rancangan. Tidak hanya itu, inovasi tersebut juga telah memperoleh perlindungan Hak Cipta dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia dengan Nomor Pencatatan 001306593.

Ketua Tim AquaWarn, Muhammad Affarel, mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Banjir adalah masalah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat kami. Medali perak ini menjadi bukti bahwa ide sederhana dari mahasiswa, bila dikerjakan bersama secara serius, bisa menjadi solusi nyata. Kami bangga AquaWarn diakui di tingkat nasional dan berharap sistem ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk membantu warga di daerah rawan banjir,” ujar Affarel dalam keterangan rilis yang diterima pada Rabu (5/8).

Sementara itu, dosen pembimbing tim, Rian Septian Anwar menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa hasil pembelajaran di perguruan tinggi dapat diwujudkan menjadi inovasi yang memiliki nilai guna sekaligus berpotensi dikembangkan lebih luas.

“Capaian ini adalah hasil kolaborasi dan kerja keras seluruh anggota tim. Sebagai pembimbing, saya bangga melihat mahasiswa mampu mengubah hasil pembelajaran menjadi produk inovasi yang teruji dan telah bersertifikat kekayaan intelektual. Langkah berikutnya adalah mendorong hilirisasi AquaWarn agar dapat diterapkan secara nyata bersama pemerintah daerah maupun komunitas masyarakat,” jelas Rian dalam keterangan rilis yang diterima pada Rabu (5/8).

Ke depan, tim AquaWarn berencana mengembangkan sistem dengan menambahkan berbagai sensor pendukung, sumber energi cadangan berbasis panel surya, serta teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memprediksi potensi banjir secara lebih dini. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memperluas implementasi AquaWarn di berbagai wilayah rawan banjir dengan biaya yang terjangkau sekaligus memperkuat budaya mitigasi bencana berbasis teknologi di Indonesia.

Keberhasilan meraih medali perak pada Pekan Inovasi Nasional 2026 semakin mempertegas komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, dan penelitian terapan, UBSI terus memfasilitasi mahasiswanya untuk menghasilkan karya inovatif yang mampu menjawab berbagai tantangan di era transformasi digital.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Hibahkan SIMAS untuk PT Tjhindatama Mulia

Bagi generasi muda yang ingin mengembangkan potensi melalui riset, inovasi, dan berbagai kompetisi nasional maupun internasional, UBSI membuka kesempatan menjadi bagian dari Kampus Digital Kreatif.

Informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), program studi, beasiswa, dan berbagai kegiatan akademik dapat diakses melalui https://pmbubsi.id atau https://bsi.ac.id. Bersama UBSI, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga didorong menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan siap bersaing di tingkat global.

Leave A Reply

Your email address will not be published.