Tak Sekadar Duduk dan Mendengar, Pertanyaan Peserta BSI Digination Ungkap Keresahan Nyata Generasi Muda tentang Masa Depan

0 29

BSINews, Bekasi- Kekhawatiran tentang nilai IPK yang belum memuaskan hingga rasa takut terlambat memulai personal branding menjadi cerminan keresahan generasi muda saat ini. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang justru mewarnai antusiasme Seminar BSI Digination bertajuk “Personal Branding Bukan Cuma Buat Content Creator” yang digelar di Hall C BSI Convention Center (BSI Convex), Kaliabang, Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (12/6). Melalui forum interaktif tersebut, peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga berani menyuarakan kegelisahan mereka tentang masa depan, karier, dan persaingan di era digital.

Baca juga: BSI Digination Jadi Bukti, UBSI Kampus Digital Kreatif Siapkan Mahasiswa Tampil Percaya Diri di Era Digital

Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus menghadirkan ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Melalui BSI Digination, mahasiswa dibekali wawasan mengenai pentingnya personal branding dan evolusi pemasaran sebagai modal untuk membangun reputasi profesional, memperluas peluang karier, serta menciptakan nilai diri yang mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.

Kegiatan yang menghadirkan Deryansha Azhary, atau yang lebih dikenal dengan nama Dery Kasisolusi, sebagai narasumber tersebut berlangsung interaktif. Salah satu peserta yang aktif bertanya adalah Ronaldi Tahir, mahasiswa Program Studi Manajemen UBSI Kampus Cut Mutia. Dengan jujur, ia mengungkapkan kekhawatirannya mengenai nilai akademik yang selama ini dianggap sebagai penentu kesuksesan seseorang.

“Jujur saya kepikiran karena IPK saya enggak bagus-bagus amat. Apakah IPK rendah saya bakal memengaruhi kesuksesan saya?” tanya Ronaldi di hadapan narasumber dan peserta seminar.

Pertanyaan tersebut mendapat perhatian karena mewakili kegelisahan banyak mahasiswa yang sering merasa tertinggal akibat capaian akademik yang belum sesuai harapan. Kehadiran forum seperti BSI Digination menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan perspektif baru bahwa perjalanan menuju kesuksesan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemampuan beradaptasi, membangun relasi, dan mengembangkan potensi diri.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh Adelia Nurfadiah, mahasiswa semester 4, yang mempertanyakan peluang membangun personal branding di tengah ketatnya persaingan dunia digital.

“Content creator di Indonesia sudah jutaan. Kalau mau mulai personal branding sekarang, apa enggak telat? Dan bagaimana caranya agar bisa sebesar mereka juga?” ungkap Adelia.Pertanyaan tersebut menggambarkan keresahan generasi muda yang kerap membandingkan proses yang dijalani dengan pencapaian orang lain di media sosial. Namun, di sisi lain, hal itu menunjukkan tumbuhnya kesadaran bahwa personal branding telah menjadi kebutuhan penting, bukan sekadar tren sesaat.

Melalui materi Marketing Evolution dan Personal Branding Category, peserta diajak memahami bahwa membangun personal branding bukan tentang mengejar popularitas secara instan. Sebaliknya, personal branding merupakan proses panjang untuk menunjukkan kompetensi, karakter, serta nilai positif yang dimiliki seseorang secara konsisten.

Baca juga: Guru Apresiasi Seminar BSI Digination 2026, Dinilai Relevan dengan Perkembangan AI di Dunia Pendidikan

Seminar BSI Digination tidak hanya menghadirkan transfer ilmu, tetapi juga membuka ruang dialog yang dekat dengan realitas kehidupan mahasiswa. Dari keresahan tentang IPK hingga ketakutan memulai langkah pertama di dunia digital, seluruh pertanyaan yang muncul menjadi bukti bahwa generasi muda membutuhkan pendampingan, inspirasi, dan arah yang tepat untuk mempersiapkan masa depan mereka.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.