Antusias Ikuti BSI Digination, Guru dan Siswa Sepakat Personal Branding Penting untuk Masa Depan
BSINews, Bekasi-Di tengah derasnya arus transformasi digital dan ketatnya persaingan dunia kerja, generasi muda dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun karakter, kepercayaan diri, dan identitas diri yang kuat. Kesadaran inilah yang tercermin dari antusiasme para guru dan siswa saat mengikuti Seminar BSI Digination bertajuk “Personal Branding Bukan Cuma Buat Content Creator” yang digelar di Hall C BSI Convention Center (BSI Convex), Kaliabang, Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (12/6). Kegiatan tersebut menjadi ruang inspiratif bagi peserta untuk memahami bahwa personal branding bukan sekadar tentang popularitas, melainkan bekal penting dalam mempersiapkan masa depan.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus menghadirkan berbagai kegiatan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman. Melalui BSI Digination, mahasiswa dan pelajar dibekali wawasan mengenai pentingnya personal branding serta perubahan tren pemasaran sebagai modal untuk membangun reputasi profesional, memperluas peluang karier, dan meningkatkan daya saing di era digital.
Seminar yang menghadirkan Deryansha Azhary, yang lebih dikenal dengan nama Dery Kasisolusi, sebagai narasumber tersebut mengupas pentingnya personal branding melalui materi Marketing Evolution dan Personal Branding Category. Peserta diajak memahami perubahan dunia pemasaran serta pentingnya membangun identitas diri yang autentik sebagai modal menghadapi tantangan masa depan.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan positif yang disampaikan usai mengikuti kegiatan. Salah satunya datang dari Ahmad Aldi Ramdhani, siswa SMK Bina Siswa Utama, yang mengaku memperoleh sudut pandang baru mengenai arti kesuksesan dan pentingnya membangun citra diri sejak usia sekolah.
“Saya jadi tahu bahwa meskipun masih SMK, ternyata kuliah itu tetap penting. Saya juga jadi tidak perlu terlalu takut kalau misalnya IPK saya tidak setinggi yang lain, karena ternyata IPK tidak menentukan 100 persen kesuksesan seseorang,” ujar Aldi.
Menurutnya, materi yang disampaikan sangat dekat dengan kebutuhan generasi muda, khususnya bagi siswa yang tengah mempersiapkan langkah menuju dunia perkuliahan dan dunia kerja.
“Menurut saya sangat bermanfaat. Apalagi saya dari jurusan desain, membangun personal branding itu terasa cukup sulit. Tapi dari penjelasan di sini saya jadi paham bahwa personal branding tidak harus dibangun dari hal-hal yang rumit. Bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti konsisten dan menunjukkan kemampuan yang kita miliki,” tuturnya.
Kesan positif juga disampaikan oleh Muhammad Ziyadatul Khoir, guru dari SMK Bina Siswa Utama Bekasi, yang menilai seminar tersebut memberikan wawasan yang relevan bagi pelajar maupun mahasiswa.
“Kami hari ini menyaksikan acara yang sangat bagus. Pembahasan mengenai personal branding sangat penting untuk masa depan, terutama bagi mahasiswa yang masih menjalani perkuliahan. Materi ini bisa mengubah strategi mereka ke depannya,” ungkapnya.
Menurut Muhammad Ziyadatul Khoir, pemahaman mengenai perbedaan antara sekadar terkenal dengan memiliki personal branding yang kuat juga menjadi bekal berharga bagi generasi muda.
“Materi ini sangat bermanfaat untuk semua kalangan. Personal branding itu harus ada dalam diri kita, baik dalam lingkungan formal maupun nonformal. Tujuan akhirnya agar relasi yang kita bangun semakin baik dan peluang yang kita miliki semakin terbuka,” pungkasnya.