Seminar Digital Kreatif UBSI Kampus Yogyakarta di Klaten: Strategi Branding Institusi 5.0 dan AI Jadi Sorotan
BSINews, Yogyakarta — Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara berbagai institusi membangun komunikasi, kepercayaan, dan citra di tengah masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menyelenggarakan Seminar Digital Kreatif bertajuk “Strategi Branding Institusi 5.0: Mengelola Citra Institusi dengan Solusi Cerdas AI” pada Senin (29/6) di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Klaten.
Seminar Digital Kreatif UBSI Kampus Yogyakarta di Klaten: Strategi Branding Institusi 5.0 dan AI Jadi Sorotan
Seminar ini menghadirkan akademisi, praktisi digital, influencer, serta pemangku kebijakan daerah untuk membahas pentingnya transformasi digital dan pemanfaatan AI dalam membangun citra institusi di era Society 5.0. Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi sekaligus ruang berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan komunikasi digital yang terus berkembang.
Acara diawali dengan sambutan Rektor UBSI Prof.Dr.Ir. Mochamad Wahyudi, yang memperkenalkan UBSI sekaligus menyampaikan bagaimana perkembangan teknologi digital telah mengubah cara institusi berkomunikasi dengan masyarakat. Selanjutnya, Bupati Kabupaten Klaten turut memberikan keynote speech mengenai pentingnya transformasi digital sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang inovatif dan berdaya saing.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem digital yang inovatif dan berdaya saing,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Yogyakarta Senin (29/6).
Seminar menghadirkan tiga narasumber yang membahas pemanfaatan teknologi digital dari berbagai perspektif. Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Yogyakarta menjelaskan pentingnya membangun identitas institusi yang kuat melalui strategi branding berbasis data dan teknologi. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk memahami perilaku audiens, mengelola komunikasi publik, hingga meningkatkan efektivitas kampanye digital.
Sementara itu, influencer digital Amin Klaten bersama Rahmat Hermawan berbagi pengalaman mengenai strategi membangun personal branding dan meningkatkan engagement di media sosial secara konsisten. Keduanya menekankan bahwa autentisitas, kreativitas, dan konsistensi merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan audiens di era digital, termasuk sebagai bagian dari upaya meningkatkan branding institusi pendidikan.
Salah satu peserta seminar, Siti Nur Aisyah, mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan.
“Saya jadi lebih memahami bahwa AI bukan hanya untuk membuat tugas lebih cepat, tetapi juga dapat membantu mengembangkan kreativitas dan meningkatkan produktivitas. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini,” ungkapnya.
Melalui Seminar Digital Kreatif ini, UBSI kampus Yogyakarta berharap semakin banyak akademisi, pelajar, praktisi, maupun instansi yang mampu memanfaatkan teknologi digital dan AI secara bijak, inovatif, dan produktif. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong peningkatan literasi digital serta pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di era Society 5.0. (Safika)