Dari Sampah Jadi Rupiah, UBSI Bantu Bank Sampah Mawar Burangrang Go Digital Lewat Shopee

0 8

BSINews, Depok – Sampah sering kali dianggap sebagai akhir dari sebuah perjalanan. Namun, di tangan masyarakat kreatif, limbah justru dapat berubah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membawa pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Melihat potensi tersebut, Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA Diktisaintek Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menghadirkan pendampingan digital bagi Bank Sampah Mawar Burangrang, Kota Depok pada Sabtu (4/8). Melalui kegiatan bertajuk “Pelatihan Pemasaran Produk di Marketplace Shopee”, tim PKM membantu mitra memperluas pemasaran produk hasil daur ulang melalui platform digital.

Baca juga: Dosen UBSI Dorong Optimalisasi Ekonomi Sirkular melalui Teknologi Inovasi Bersama Bank Sampah Mawar

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA Diktisaintek Tahun 2026 dengan tema pemberdayaan masyarakat melalui teknologi inovasi untuk mendukung ekonomi sirkular dan keberlanjutan usaha bank sampah.

Ketua Pelaksana PKM, Sri Wasiyanti menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha masyarakat, termasuk bank sampah yang selama ini masih mengandalkan pemasaran secara konvensional.

“Produk-produk yang dihasilkan Bank Sampah Mawar memiliki kualitas dan nilai ekonomi yang baik. Tantangan utamanya bukan lagi pada proses produksi, tetapi bagaimana produk tersebut dapat dikenal masyarakat luas. Melalui pemanfaatan marketplace Shopee, kami berharap jangkauan pemasaran menjadi lebih luas, transaksi lebih mudah, dan pendapatan mitra dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujar Sri dalam keterang rilis yang diterima pada Jumat (7/8).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari pembuatan akun Shopee Seller, pengaturan profil toko, teknik pengambilan foto produk, penyusunan deskripsi produk, penentuan harga, pengaturan pengiriman, hingga strategi promosi digital melalui fitur yang tersedia pada marketplace.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tim PKM UBSI juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas merek, menjaga kualitas produk, serta menciptakan pelayanan pelanggan yang baik agar mampu bersaing di pasar digital.

Anggota tim PKM, Dr. Euis Meinawati menjelaskan bahwa keberhasilan digitalisasi masyarakat tidak hanya bergantung pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga pada peningkatan literasi digital.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu membuat akun marketplace, tetapi juga memahami strategi pemasaran digital sehingga toko yang dibangun benar-benar dapat menghasilkan transaksi dan berkembang secara berkelanjutan,” ungkap Dr Euis dalam keterangn rilis yang diterima pada Jumat (7/8).

Sementara itu, Wina Widiati selaku anggota tim lainnya menambahkan bahwa proses pendampingan akan terus dilakukan agar mitra mampu mengelola toko digital secara mandiri.

“Pendampingan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan. Kami akan terus memonitor perkembangan toko, membantu optimalisasi tampilan produk, serta memberikan masukan berdasarkan performa penjualan yang diperoleh,” jelas Wina dalam keterangn rilis yang diterima pada Jumat (7/8).

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UBSI Ryu dan Imron sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa turut berperan dalam proses digitalisasi produk, pengunggahan katalog marketplace, pembuatan konten promosi, hingga mendampingi pengurus Bank Sampah Mawar Burangrang dalam menggunakan aplikasi Shopee.

Ketua Bank Sampah Mawar Burangrang, Sriyanti menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim PKM UBSI. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka wawasan baru mengenai pentingnya pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk ramah lingkungan.

“Selama ini kami lebih banyak menjual secara langsung kepada masyarakat sekitar. Dengan adanya pelatihan ini, kami menjadi lebih percaya diri untuk memasarkan produk melalui Shopee sehingga dapat menjangkau pembeli dari berbagai daerah,” ujarnya.

Produk yang dikembangkan Bank Sampah Mawar Burangrang meliputi berbagai hasil kreativitas masyarakat, seperti eco enzyme, sabun ramah lingkungan, serta kerajinan berbahan dasar limbah plastik. Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui konsep ekonomi sirkular.

Baca juga: Dorong Ekonomi Sirkular, UBSI Latih Bank Sampah Vida Bekasi Go Digital

Melalui program PKM BIMA Diktisaintek ini, UBSI terus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan inovasi berbasis teknologi. Digitalisasi pemasaran menjadi langkah strategis agar produk lokal semakin dikenal, ekonomi masyarakat semakin kuat, dan gerakan peduli lingkungan dapat berkembang lebih luas.

Bagi Kamu yang ingin belajar di kampus yang aktif menghadirkan inovasi teknologi dan berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui berbagai program kreatif, informasi pendaftaran mahasiswa baru Universitas Bina Sarana Informatika dapat diakses melalui https://pmbubsi.id atau kunjungi https://bsi.ac.id.

Leave A Reply

Your email address will not be published.