Tingkatkan Mutu Tri Dharma, LPPM Gelar Reviu Standar Proses dan Masukan Pengabdian kepada Masyarakat
BSINews, Jakarta — Penguatan mutu pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) terus menjadi perhatian dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan reviu dan evaluasi standar mutu internal yang dilaksanakan pada Rabu (12/8).Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif membahas Standar Proses Pengabdian kepada Masyarakat dan Standar Masukan Pengabdian kepada Masyarakat.
Tingkatkan Mutu Tri Dharma, LPPM Gelar Reviu Standar Proses dan Masukan Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut dihadiri jajaran pimpinan LPPM, tim penjaminan mutu, serta perwakilan dosen. Sesi pemaparan dan evaluasi dipimpin oleh Agus Junaidi, sementara proses reviu dan diskusi standar difasilitasi oleh Verry Riyanto selaku auditor internal.
Pembahasan Standar Masukan Pengabdian kepada Masyarakat diarahkan untuk memastikan kesiapan berbagai sumber daya sebelum kegiatan dilaksanakan. Aspek yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan sumber daya manusia, pendanaan, sarana dan prasarana, hingga regulasi pendukung.
Sementara itu, Standar Proses Pengabdian kepada Masyarakat dibahas untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, hingga pendampingan masyarakat, dapat berjalan secara sistematis, terarah, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Agus Junaidi menyampaikan bahwa proses reviu standar menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kegiatan pengabdian tidak hanya terlaksana sesuai prosedur, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Reviu terhadap standar proses dan masukan ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat memiliki perencanaan yang matang, dukungan sumber daya yang memadai, serta pelaksanaan yang terarah. Harapannya, program yang dijalankan tidak hanya memenuhi target kegiatan, tetapi benar-benar mampu memberikan solusi dan dampak yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Jum’at (21/8).
Dalam kegiatan tersebut, auditor internal Verry Riyanto turut memfasilitasi jalannya diskusi dan evaluasi terhadap indikator serta kriteria yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian. Proses tersebut menjadi ruang untuk melakukan klarifikasi sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
Hasil dari reviu diharapkan dapat menjadi acuan bagi sivitas akademika dalam merancang dan melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat yang lebih terstruktur, relevan, dan berkelanjutan.
Melalui penguatan standar mutu ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian yang inovatif, aplikatif, dan berdampak. (Safika)