Karier Berbelok ke Court! Alumni Prodi Broadcasting UBSI Tinggalkan Zona Nyaman dan Jadi Coach Padel
BSINews, Bekasi-Perjalanan karier alumni Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) tidak selalu berjalan lurus sesuai bidang studi. Hal itu dibuktikan Ismar Abdul Novan, alumni Program Studi Broadcasting UBSI yang kini menekuni profesi sebagai coach padel. Kisahnya hadir dalam kegiatan olahraga alumni UBSI yang digelar di Grand Garden Padel, Jalan Raya Siliwangi No. 37, Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu (15/8/2026).
Baca juga: Padel Bukan Sekadar FOMO! Alumni UBSI Buktikan Olahraga Ini Bisa Jadi Jalan Bisnis
Mengusung semangat “Dulu satu kampus, sekarang satu court”, kegiatan tersebut menjadi ajang bagi alumni UBSI untuk kembali bertemu, berolahraga, mempererat silaturahmi, sekaligus memperluas networking. Kehadiran Ismar sebagai pelatih juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih jauh olahraga padel yang kini semakin diminati.
Ismar mengungkapkan, dirinya mulai mengenal padel setelah sebelumnya menekuni olahraga tenis selama sekitar tiga tahun. Ketika padel mulai berkembang, ia diajak teman untuk mencoba. Dari pengalaman tersebut, ketertarikannya terhadap padel semakin kuat hingga akhirnya beralih menjadi coach.
“Setelah main tenis sekitar tiga tahun, kemudian padel mulai booming. Saya diajak teman untuk mencoba dan ternyata fun serta menyenangkan. Ada beberapa pukulan yang tidak ada di tenis, seperti backwall, dan akhirnya saya tertarik pindah ke padel,” ujar Ismar.
Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi profesi. Sebelum menjadi coach, Ismar terlebih dahulu mengikuti pelatihan bersama pelatih berpengalaman dan bersertifikat. Setelah mendapatkan bekal tersebut, ia mulai dipercaya menjadi coach di Galaxy Padel Club, Bekasi.
“Saya sebelum jadi coach juga di-coaching dulu oleh coach yang sudah bagus dan punya sertifikat. Setelah itu saya lanjut coaching sampai akhirnya dipercaya untuk melatih,” katanya.
Dalam kesehariannya, Ismar hampir selalu berada di lapangan padel. Aktivitas coaching bahkan dapat dimulai sejak pagi dan berlangsung hingga malam. Namun, ia kini mulai mengatur jadwal agar tetap dapat menjaga kondisi fisik.
“Everyday on court saya. Kadang mulai jam enam pagi sudah ready to go untuk coaching. Mengajar itu luar biasa capek, apalagi menghadapi orang dengan karakter yang berbeda-beda, jadi sekarang lebih saya batasi,” ungkapnya.
Sebagai coach, Ismar menekankan pentingnya mempelajari teknik dasar sejak awal. Menurutnya, pemain baru sebaiknya mendapatkan coaching agar tidak membentuk kebiasaan gerakan yang salah yang dapat memengaruhi teknik pukulan maupun meningkatkan risiko cedera.
“Kalau mau main padel, sebaiknya coaching dulu. Fundamental harus ditumbuhkan dari awal. Kalau tidak, bisa terbentuk muscle memory yang salah dan itu dapat memengaruhi pukulan serta berpotensi menyebabkan cedera,” jelasnya.
Meski telah beralih ke dunia olahraga, latar belakang broadcasting yang dimilikinya tetap relevan. Ismar melihat perkembangan padel membuka peluang kolaborasi dengan bidang kreatif, khususnya fotografi dan videografi untuk mendukung dokumentasi serta promosi kegiatan.
“Menurut saya broadcasting dan padel pasti ada kombinasinya. Sekarang banyak fotografer, videografer dan lainnya. Itu bisa menjadi satu kesatuan, saling mengisi,” tuturnya.
Baca juga: Pertama Kali Main Padel Alumni UBSI Langsung Ketagihan Ingin Event Digelar Rutin
Bagi Ismar, kegiatan alumni seperti olahraga padel juga memiliki nilai penting karena membuka kesempatan membangun networking. Ia mengajak alumni UBSI untuk tidak ragu hadir dalam kegiatan bersama karena banyak koneksi baru yang dapat diperoleh.
“Kalau ada acara seperti ini, datang saja. Banyak networking yang bisa kita dapat. Banyak teman yang belum kita temui, kita bisa kenalan dan membangun silaturahmi,” katanya.