Padel Bukan Sekadar FOMO! Alumni UBSI Buktikan Olahraga Ini Bisa Jadi Jalan Bisnis
BSINews, Bekasi-Olahraga padel tidak hanya menjadi tren di kalangan anak muda, tetapi juga membuka peluang bisnis dan networking. Hal itu dibuktikan Ledis Vera Lesta, alumni Program Studi Broadcasting UBSI Kampus Jatiwaringin yang kini menjadi salah satu pengelola Galaksi Padel Club, salah satu fasilitas olahraga padel di Bekasi. Kisah tersebut terungkap dalam kegiatan olahraga padel alumni UBSI di Grand Garden Padel, Jalan Raya Siliwangi No. 37, Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (15/8/2026).
Baca juga: Pertama Kali Main Padel Alumni UBSI Langsung Ketagihan Ingin Event Digelar Rutin
Kegiatan yang mengusung semangat “Dulu satu kampus, sekarang satu court” tersebut mempertemukan alumni UBSI dalam suasana santai dan aktif. Selain berolahraga, para peserta mendapatkan kesempatan untuk kembali menjalin silaturahmi, memperluas pertemanan, hingga berbagi pengalaman mengenai perkembangan olahraga padel.
Ledis yang merupakan alumni UBSI Kampus Jatiwaringin dan lulusan Broadcasting tahun 2014 itu kini aktif menjalankan sejumlah bisnis, hingga bisnis olahraga padel. Galaksi Padel Club menjadi salah satu fokus bisnisnya yang saat ini memasuki usia hampir satu tahun.
“Kebetulan saya buka beberapa bisnis. Ada F&B, sama yang paling utama itu bisnis di padel. Kalau untuk Galaksi Padel Club sendiri, kita mau ulang tahun yang pertama,” ujar Ledis.
Ketertarikan Ledis terhadap padel bermula dari kegemarannya berolahraga. Pada 2024, ia mulai menekuni tenis sebelum kemudian diperkenalkan kepada olahraga padel oleh seorang teman. Dari sekadar mencoba, ketertarikannya berkembang semakin besar hingga ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam di lapangan.
“Saya orang yang suka olahraga. Kebetulan di 2024 saya menekuni tenis. Begitu main tenis, ada teman yang mengajak bermain padel. Akhirnya saya coba. Di 2025, saya merasa padel ini sangat menarik sampai sehari bisa enam sampai delapan jam di lapangan,” katanya.
Intensitas tersebut kemudian membuka pandangan baru bagi Ledis mengenai peluang bisnis padel. Ketika itu, Bekasi belum memiliki banyak fasilitas lapangan padel sehingga muncul kesempatan untuk membangun fasilitas olahraga tersebut bersama sejumlah rekan bisnis.
“Waktu itu di Kota Bekasi belum ada lapangan padel. Ada beberapa pebisnis yang mengajak untuk membuka lapangan padel di Bekasi. Akhirnya kami buka di Galaksi karena rumah saya juga di sana, jadi saya bisa mengontrol bisnisnya secara day to day,” jelasnya.
Menurut Ledis, perkembangan padel membuat olahraga tersebut tidak hanya menarik sebagai aktivitas rekreasi. Bagi pemain yang serius menekuninya, padel juga dapat membuka peluang ekonomi, antara lain melalui turnamen, pertandingan eksibisi, hingga membangun komunitas dan tim.
“Padel ini bukan cuma FOMO. Olahraga padel juga bisa menghasilkan uang. Ketika ikut turnamen atau sudah jago dan mengikuti exhibition, ada peluang yang bisa dimanfaatkan. Kita juga bisa mengumpulkan tim melalui berbagai aplikasi open play,” ungkapnya.
Karena itu, Ledis mengajak alumni UBSI dan generasi muda untuk tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mulai menekuni olahraga padel secara konsisten. Menurutnya, kemampuan dalam bermain akan berkembang apabila dilakukan secara rutin dan disertai latihan yang tepat.
“Jangan lupa coaching itu pertama. Tidak perlu langsung jago, tapi kalau rutin dan rajin, pasti bisa. Yang paling penting di padel itu sabar dan tangkas. Kalau sudah sabar, tangkas, dan jago, itu menjadi nilai plus,” tuturnya.
Baca juga: Dulu Teman Sekampus Kini Partner Satu Court, Alumni UBSI Seru-seruan Main Padel
Ia juga menyarankan pemain pemula untuk melakukan latihan secara berkala. Menurutnya, konsistensi menjadi salah satu kunci agar kemampuan bermain terus meningkat.
“Kalau tidak bisa setiap hari, setidaknya latihan tiga sampai empat kali seminggu. Coaching juga paling penting,” katanya.