UBSI Gandeng Kanwil DJP Jakarta Khusus, Bekali Mahasiswa Skill, Growth Mindset, dan Literasi Pajak
BSINews, Bekasi — Kesiapan menghadapi dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik dan keterampilan teknis. Pola pikir yang adaptif, integritas, serta pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai wajib pajak juga menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam membangun karier profesional.Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif berkolaborasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Khusus dalam menyelenggarakan Seminar Career Development bertajuk “Level Up Skill & Growth Mindset dalam Memahami Hak dan Kewajiban Perpajakan di Indonesia” pada Selasa (7/7).
UBSI Gandeng Kanwil DJP Jakarta Khusus, Bekali Mahasiswa Skill, Growth Mindset, dan Literasi Pajak
Seminar menghadirkan tim penyuluh pajak Kanwil DJP Jakarta Khusus sebagai narasumber, yaitu Fransiska Yansye, Endang Iskandar Rizki, dan Kukuh Wahyu Nugroho. Ketiganya berbagi wawasan mengenai pentingnya kesiapan karier yang tidak hanya ditunjang oleh kompetensi teknis, tetapi juga pola pikir adaptif serta kesadaran terhadap hak dan kewajiban perpajakan sebagai warga negara.
Kegiatan dipandu oleh Refany Novia Siboro pada sesi pertama dan Viki Sulistia pada sesi kedua. Suasana seminar berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami berbagai isu perpajakan yang relevan dengan dunia kerja.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa pengembangan karier di era modern membutuhkan perpaduan antara peningkatan kompetensi, growth mindset, dan kesadaran perpajakan. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi lulusan perguruan tinggi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan regulasi, serta tuntutan profesionalisme.
Salah satu narasumber dari Kanwil DJP Jakarta Khusus, Fransiska Yansye, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai perpajakan perlu dibangun sejak mahasiswa karena nantinya akan menjadi bagian dari kehidupan profesional.
“Mahasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya melalui peningkatan keterampilan, tetapi juga dengan membangun kesadaran sebagai warga negara yang memahami hak dan kewajibannya. Literasi perpajakan menjadi salah satu bekal penting ketika nantinya memasuki dunia kerja dan menjalankan aktivitas profesional,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Bekasi Selasa (7/7).
Baca Juga : Tax Center UBSI Raih Posisi Kedua sebagai Tax Center Terbaik di Kanwil DJP Jakarta Barat
Selain membahas pengembangan kompetensi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai sistem self-assessment dalam perpajakan Indonesia. Melalui sistem tersebut, wajib pajak memiliki tanggung jawab untuk melakukan pendaftaran, penghitungan, pembayaran, dan pelaporan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Materi tersebut diharapkan dapat membangun pemahaman bahwa kepatuhan pajak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian dari integritas dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Para narasumber turut menjelaskan hak dan kewajiban wajib pajak secara seimbang, termasuk pemahaman mengenai layanan perpajakan, perlindungan hukum, serta pemanfaatan layanan digital. Mahasiswa diajak membangun literasi pajak sejak dini sebagai bekal menghadapi dunia profesional, khususnya di bidang administrasi, keuangan, bisnis, akuntansi, dan sumber daya manusia.
Melalui kolaborasi bersama Kanwil DJP Jakarta Khusus, UBSI berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kesiapan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang profesional, adaptif, berintegritas, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap kewajiban perpajakan.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus menghadirkan kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi dan institusi terkait untuk memperluas wawasan serta memperkuat kesiapan mereka menghadapi dunia kerja. Kolaborasi dengan Kanwil DJP Jakarta Khusus ini diharapkan mampu memperkuat literasi perpajakan sekaligus membentuk lulusan yang kompeten, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (Safika)