AMI Rektorat UBSI Perkuat Tata Kelola dan Budaya Mutu untuk Pertahankan Akreditasi Unggul
BSINews, Jakarta — Penguatan budaya mutu terus dilakukan di lingkungan Rektorat Unversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) pada Jumat (21/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan tata kelola institusi berjalan efektif, terukur, terdokumentasi, serta sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.
AMI Rektorat UBSI Perkuat Tata Kelola dan Budaya Mutu untuk Pertahankan Akreditasi Unggul
Melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), UBSI secara berkala melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi. Pelaksanaan AMI tingkat Rektorat kali ini diarahkan untuk melihat kesesuaian antara standar, kebijakan, dokumen, data, dan implementasi dalam mendukung pencapaian sasaran institusi.
Audit melibatkan jajaran pimpinan dan pengelola unit terkait sebagai auditee, yaitu Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, Dr. Diah Puspitasari, Adi Supriyatna, Dwi Astuti Ratriningsih, dan Ir. Irmawati Carolina. Sementara proses audit dilaksanakan oleh tim auditor yang terdiri atas Suparni selaku Ketua Auditor, bersama Lita Sari Marita, Ahmad Al Kaafi, dan Hilda Rachmi, sebagai anggota auditor.
Dalam pelaksanaannya, AMI mencakup lima area strategis tata kelola institusi, yaitu Standar Visi dan Misi, Standar Tata Pamong, Standar Kesejahteraan, Standar Sumber Daya Manusia (SDM), serta Standar Penerimaan Mahasiswa Baru. Kelima standar tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan arah pengembangan institusi berjalan sesuai sasaran sekaligus mendukung keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu.
Hasil audit menunjukkan bahwa Rektorat UBSI telah memiliki dokumen dan data pendukung yang diperlukan untuk menunjukkan implementasi berbagai standar yang diaudit. Ketersediaan bukti tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam memastikan tata kelola berjalan secara transparan, akuntabel, dan terukur.
Selain dokumentasi, tata kelola juga diperkuat melalui pemanfaatan berbagai sistem informasi yang mendukung pengelolaan data dan proses administrasi. Dukungan tersebut membantu memperkuat ketersediaan informasi sekaligus memudahkan proses monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian indikator mutu.
Ketua Auditor, Suparni, menyampaikan bahwa AMI tingkat Rektorat menjadi sarana penting untuk melihat kesesuaian antara standar yang telah ditetapkan dengan implementasinya.
“Pelaksanaan AMI di tingkat Rektorat menjadi sarana untuk melihat kesesuaian antara standar, kebijakan, dokumen, data, dan implementasi di lingkungan universitas. Ketersediaan dokumen dan dukungan sistem informasi menjadi kekuatan dalam proses audit sekaligus membantu universitas melakukan evaluasi secara lebih terukur,” jelasnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Jum’at (21/8).
Baca Juga : Tax Center UBSI Ikuti Edukasi Coretax dan Bincang Literasi di Direktorat Jenderal Pajak
Sementara itu, anggota auditor, Lita Sari Marita, menilai dukungan sistem informasi dalam pengelolaan data mutu memberikan nilai tambah dalam proses evaluasi dan pengendalian.
“Dokumen dan data yang tersedia serta dukungan sistem informasi menunjukkan adanya upaya untuk membangun tata kelola yang terdokumentasi dan berbasis data. Hal ini perlu terus dipertahankan dan dikembangkan agar setiap proses evaluasi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu universitas,” ungkapnya.
Baca Juga : AMI Perkuat Mutu Akademik Prodi Teknologi Komputer UBSI Kampus Tegal
Pelaksanaan AMI tingkat Rektorat merupakan bagian dari implementasi SPMI melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Melalui mekanisme tersebut, hasil audit tidak berhenti pada proses pemeriksaan, tetapi menjadi dasar untuk menyusun tindak lanjut, melakukan pengendalian, dan meningkatkan kualitas tata kelola institusi.
Bagi UBSI, capaian akreditasi Unggul bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus menjaga konsistensi mutu. Evaluasi terhadap visi dan misi, tata pamong, kesejahteraan, SDM, hingga penerimaan mahasiswa baru menjadi bagian dari langkah strategis untuk memastikan seluruh proses institusi terus berkembang sesuai kebutuhan pendidikan tinggi. (Safika)