Samakan Persepsi Pembelajaran, Dosen Prodi Teknik Industri UBSI Harmonisasikan Standar Penilaian dan Mutu Akademik
BSINews, Jakarta- Persamaan Persepsi Proses Pembelajaran menjadi langkah strategis Program Studi (Prodi) Teknik Industri Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam menyelaraskan standar penilaian dan mutu akademik. Kegiatan yang digelar pada 24 September 2026 tersebut membahas implementasi SISO CPL (Sistem Informasi Sipora Capaian Pembelajaran Lulusan) sekaligus memastikan proses pembelajaran dan pengelolaan nilai mahasiswa berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Baca juga: Tingkatkan Mutu Pembelajaran, Prodi Teknologi Informasi UBSI Gelar Persamaan Persepsi Mata Kuliah
Implementasi SISO CPL menjadi bagian dari transformasi digital akademik UBSI untuk meningkatkan ketepatan dan transparansi pengelolaan capaian pembelajaran. Dalam penerapannya, dosen perlu memastikan komponen penilaian sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), meliputi presensi 20 persen, tugas 25 persen, dan project 55 persen, dengan penyesuaian pada mata kuliah berbasis Project Based Learning (PBL).
Selain bobot penilaian, dosen juga diarahkan melakukan penginputan setiap komponen nilai secara terperinci melalui sistem. Pencatatan Tugas 1, Tugas 2, dan seterusnya diperlukan agar akumulasi nilai dapat menggambarkan perkembangan capaian mahasiswa secara lebih terukur. Ketelitian dalam memasukkan data juga menjadi perhatian untuk menjaga integritas rekam akademik mahasiswa.
Ketua Program Studi Teknik Industri UBSI, Miwan Kurniawan Hidayat mengatakan koordinasi tersebut penting untuk menyatukan pemahaman seluruh dosen dalam menghadapi penerapan sistem akademik baru.
“Rapat koordinasi ini merupakan agenda rutin yang sangat vital untuk menyatukan frekuensi seluruh staf pengajar. Di masa transisi SISO CPL ini, sinergi antara monitoring lapangan dan akurasi data digital menjadi kunci utama,” ujar Miwan.
Harmonisasi Pembelajaran dan Penguatan Kompetensi
Koordinasi juga membahas pembelajaran lintas program studi, salah satunya mata kuliah Statistika yang secara administratif dikelola oleh Prodi Teknologi Informasi (TI). Dosen Teknik Industri diarahkan memastikan metode pembelajaran dan pengujian tetap selaras dengan kebutuhan kompetensi mahasiswa, termasuk penerapan PBL. Ketertiban pengisian Berita Acara Perkuliahan (BAP) juga menjadi perhatian agar setiap kendala pembelajaran dapat terdokumentasi dan menjadi bahan monitoring serta evaluasi program studi.
Dosen Teknik Industri UBSI, Eni Irviani, menilai penerapan SISO CPL dapat mendukung proses penilaian yang lebih terperinci dan objektif.
“Melalui SISO CPL, kita sedang bergerak menuju transparansi penilaian yang lebih granular. Peran dosen sangat krusial dalam memastikan setiap komponen pembelajaran, mulai dari presensi hingga detail tugas, terukur secara objektif di dalam sistem,” jelas Eni.
Selain penguatan sistem pembelajaran, Prodi Teknik Industri UBSI juga mempersiapkan kompetensi mahasiswa menuju Kurikulum 2027. Mahasiswa semester 5 didorong memiliki sedikitnya dua sertifikat kompetensi BNSP sebagai bagian dari persiapan pendaftaran skripsi, dengan skema Perencanaan dan Pengendalian, Pengendalian Kualitas Sistem Manufaktur, serta Pengelolaan Riset Pasar. Penguatan kompetensi tersebut juga dilengkapi dengan sertifikasi TOEFL.
Dalam rancangan Kurikulum 2027, kelompok mata kuliah Basic Science ditargetkan meningkat dari 23 SKS menjadi minimal 29 SKS dari total 144 SKS. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan standar akreditasi internasional IABI (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education). Di sisi lain, dosen juga didorong meningkatkan rekognisi riset melalui partisipasi dalam konferensi internasional ICAISD 2026 yang terindeks Scopus.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam penguatan proses akademik sekaligus peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen. Melalui penyelarasan sistem penilaian, metode pembelajaran, pengembangan kurikulum, sertifikasi kompetensi, dan publikasi ilmiah, Prodi Teknik Industri UBSI berupaya menjaga mutu pendidikan agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan keilmuan.
“Di masa transisi SISO CPL ini, sinergi antara monitoring lapangan dan akurasi data digital menjadi kunci utama. Kami berkomitmen memastikan setiap proses pembelajaran selaras dengan visi prodi untuk menjaga kualitas pendidikan di tengah transformasi sistem,” tutup Miwan.