UBSI Rangkul Guru BK se-Bekasi Lewat Seminar “Smart Teacher, Creative Class” di Era AI

0 15

BSINews, Bekasi – Ketika teknologi dan kecerdasan buatan berkembang semakin cepat, sekolah menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan cara mengajar. Siswa juga membutuhkan pendampingan untuk memahami perubahan, mengenali potensi diri, memilih pendidikan lanjutan, hingga mempersiapkan masa depan di tengah dunia yang semakin digital.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Seminar Pemuda Digital “Smart Teacher, Creative Class: Transformasi Guru di Era AI & Digital Content” yang digelar di Hall C BSI Convention Center, Bekasi, Rabu (30/9). Kegiatan ini mempertemukan UBSI dengan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) se-Kabupaten dan Kota Bekasi dalam ruang berbagi wawasan sekaligus mempererat silaturahmi.

Baca juga: AI Makin Dekat dengan Dunia Pendidikan, UBSI Kampus Kaliabang Dorong Guru BK Lebih Adaptif

Lebih dari sekadar seminar, pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Para Guru BK mendapatkan perspektif mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI), konten digital, serta perubahan lingkungan pendidikan, sekaligus memiliki kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan sesama pendidik.

Guru BK dan Tantangan Pendidikan di Era AI

Seminar menghadirkan Karyadi selalu Sekretaris Jenderal MGBK Indonesia, dan Prof. Hamdan Daniel selaku CEO Montana International Edu.Network, Malaysia sebagai keynote speaker. Keduanya memberikan perspektif mengenai perkembangan pendidikan, kebutuhan generasi muda, serta pentingnya kemampuan adaptasi pendidik terhadap perubahan teknologi dan lingkungan pendidikan global.

Selain itu, hadir Anggi Setya selaku Content Creator & Setup Specialist serta Ricky Sastra selaku AI Enthusiast & DICO Partner, yang turut membahas pemanfaatan teknologi dan konten digital untuk mendukung kreativitas di dunia pendidikan.

Perubahan teknologi membuat siswa kini memiliki akses informasi yang jauh lebih luas. Mereka dapat belajar, mencari referensi, membangun jejaring, bahkan mengenal berbagai profesi melalui ruang digital. Di sisi lain, derasnya informasi juga membuat siswa membutuhkan pendampingan agar mampu memilah informasi dan menentukan pilihan secara lebih bijak.

Dalam konteks tersebut, peran Guru BK menjadi semakin strategis. Guru BK tidak hanya hadir ketika siswa menghadapi persoalan di sekolah, tetapi juga membantu mereka mengenali minat dan potensi, menentukan arah pendidikan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Tema “Smart Teacher, Creative Class” mengajak peserta melihat perkembangan teknologi bukan semata sebagai tantangan. AI dan berbagai platform digital juga dapat menjadi alat bantu bagi pendidik untuk menciptakan proses pendidikan yang lebih kreatif, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan generasi saat ini.

Guru BK Apresiasi Ruang Silaturahmi

Kehadiran Guru BK dari berbagai sekolah di Kabupaten dan Kota Bekasi menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain mengikuti materi, peserta dapat berdiskusi, bertukar pengalaman, serta memperluas jejaring dengan sesama pendidik maupun perguruan tinggi.

Joko selaku Ketua MGBK SMK Kabupaten Bekasi sekaligus perwakilan Guru BK SMKN 1 Babelan, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan UBSI. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat karena menggabungkan wawasan mengenai perkembangan teknologi dengan ruang silaturahmi antarguru.

“Kegiatan ini sangat baik karena selain mendapatkan wawasan baru mengenai perkembangan AI dan teknologi dalam pendidikan, kami juga bisa bersilaturahmi dan berdiskusi dengan teman-teman Guru BK dari berbagai sekolah. Kegiatan seperti ini tentu sangat bermanfaat bagi kami dalam menjalankan tugas mendampingi siswa,” ungkap Joko, Rabu (30/9).

Ia berharap komunikasi yang terbangun dapat dilanjutkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi guru maupun siswa.

Hal senada disampaikan Misludin selaku Ketua MGBK SMA Kota Bekasi. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Guru BK untuk mendapatkan informasi baru sekaligus membuka komunikasi dengan perguruan tinggi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang mendapatkan materi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membuka komunikasi dan membangun kolaborasi. Terutama di era sekarang, Guru BK perlu terus mendapatkan informasi mengenai perkembangan teknologi dan dunia pendidikan agar dapat memberikan pendampingan yang sesuai kepada siswa,” ujar Misludin, Rabu (30/9).

Menurutnya, komunikasi antara Guru BK dan perguruan tinggi juga dapat membantu sekolah memberikan informasi yang lebih luas kepada siswa mengenai pilihan pendidikan setelah lulus.

UBSI Buka Ruang Kolaborasi dengan Sekolah

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi UBSI untuk memberikan informasi mengenai berbagai program dan perkembangan kampus kepada Guru BK. Informasi ini diharapkan dapat menjadi referensi tambahan ketika guru mendampingi siswa yang sedang mempertimbangkan pendidikan tinggi.

Menurut Muhamad Tabrani selaku Kepala Kampus UBSI Kampus Kaliabang mengatakan bahwa komunikasi semacam ini menjadi penting karena Guru BK berada cukup dekat dengan siswa dan memahami kebutuhan maupun potensi mereka.

Baca juga: UBSI Kampus Margonda Bahas AI dan Kesehatan Mental Bersama Guru BK

“Sementara itu, perguruan tinggi memiliki informasi mengenai perkembangan program studi, kompetensi, teknologi, dunia industri, dan pilihan pendidikan yang dapat menjadi bahan pertimbangan siswa,” ungkapnya.

UBSI membuka peluang kolaborasi melalui berbagai kegiatan, seperti seminar, workshop, sharing session, pelatihan guru, seminar AI, literasi digital, digital content, pengembangan soft skill, persiapan dunia kerja, hingga pengenalan perguruan tinggi kepada siswa.

Leave A Reply

Your email address will not be published.