Adu Jago Tanpa Adu Ego, BSI Flash 2027 Jadi Panggung Talenta Muda Indonesia
BSINews, Bogor-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menghadirkan BSI Flash 2027 sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat dan pengalaman di bidang olahraga. Kegiatan yang berlangsung pada 3–9 September 2026 di Sport Center UBSI kampus Cilebut tersebut mempertandingkan cabang olahraga futsal putra serta bola voli putra dan putri dengan melibatkan sebanyak 41 tim.
Baca juga:BSI FLASH Bogor Kantongi Pengakuan Puspresnas Kemendikbudristek
Pelaksanaan BSI Flash 2027 menjadi bagian dari upaya UBSI dalam memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan kemampuan melalui kompetisi. Tidak hanya menunjukkan kemampuan di lapangan, para peserta juga mendapatkan pengalaman bertanding, membangun kerja sama tim, serta belajar menghadapi berbagai situasi selama pertandingan.
Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UBSI, Rahmat Adi Purnama, menilai antusiasme peserta menjadi gambaran bahwa olahraga masih memiliki daya tarik yang kuat di kalangan pelajar. Menurutnya, keberadaan kompetisi seperti BSI Flash penting untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda dalam mengasah potensi yang mereka miliki.
BSI Flash 2027 Jadi Ruang Pelajar Kembangkan Bakat dan Karakter
“Melihat antusias dari peserta, khususnya mereka yang suka olahraga volleyball dan futsal, tentunya kita memberikan apresiasi kepada mereka yang memang merupakan kader-kader atau adik-adik yang nantinya sedang berkembang,” ujar Rahmat Adi Purnama.
Menurut Rahmat, bakat yang dimiliki seseorang perlu terus dikembangkan melalui pengalaman. Kompetisi menjadi salah satu cara agar kemampuan yang dimiliki pelajar tidak hanya berhenti sebagai potensi, tetapi dapat semakin terasah melalui proses latihan dan pertandingan.
Selain kemampuan teknis, kegiatan olahraga juga memberikan pembelajaran mengenai kedisiplinan, kerja sama, pengendalian emosi, serta kemampuan menghargai orang lain. Hal tersebut menjadi bekal penting bagi pelajar dalam membentuk karakter, baik di lingkungan pendidikan maupun ketika nantinya memasuki dunia profesional.
“Kalau mereka punya bakat, tapi jarang ikut lomba, maka bakat itu tidak akan terasah dengan matangnya. Yang paling penting mereka bawa adalah pengalaman, pengalaman bertanding,” jelasnya.
Bagi Rahmat, seorang atlet tidak cukup hanya memiliki kemampuan atau skill. Sikap dan karakter juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan, terutama ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan dan persaingan yang tinggi.
Menurutnya, peserta perlu belajar mengendalikan ego dan menjaga sportivitas. Sikap tersebut menjadi bagian penting agar kemampuan yang dimiliki dapat berkembang secara positif dan membawa manfaat dalam perjalanan mereka sebagai generasi muda.
“Seorang atlet itu tidak hanya sebatas skill, tapi attitude juga perlu diperhatikan. Sportivitas, tidak curang, karena di dunia internasional nantinya atlet-atlet itu harus memiliki attitude yang lebih bagus,” katanya.
BSI Flash 2027 juga terus membuka peluang yang lebih luas bagi pelajar untuk mengembangkan potensi. Penyelenggaraan tahun ini turut memberikan ruang bagi peserta putri pada cabang olahraga bola voli. Hal tersebut menunjukkan semakin terbukanya kesempatan bagi pelajar untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan yang mereka miliki.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI juga melihat bahwa pengembangan talenta generasi muda dapat dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Ke depan, BSI Flash diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi jumlah peserta dan cabang perlombaan, tetapi juga dapat menghadirkan kompetisi yang memadukan olahraga dengan dunia digital.
BSI Flash 2027 diharapkan menjadi salah satu jembatan bagi pelajar untuk menemukan pengalaman, mengembangkan kemampuan, dan membangun karakter sejak dini. Prestasi dan hadiah bukan menjadi satu-satunya tujuan, tetapi proses selama mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting yang dapat dibawa peserta untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Baca juga: BSI Flash Se-Bogor Raya 2026 Segera Digelar, Futsal dan Bola Voli Jadi Andalan
Rahmat berharap para peserta dapat menjadikan BSI Flash sebagai pengalaman untuk terus berkembang dan tidak hanya berorientasi pada kemenangan. Menurutnya, semangat berkompetisi harus tetap diiringi dengan sikap positif, kejujuran, dan kepedulian terhadap kesehatan.
“Pesan terakhir, sportif, kemudian sesuai dengan slogannya, adu jago tapi tidak adu ego. Jujur dan jaga kesehatan,” tutup Rahmat Adi Purnama.