Prodi Perhotelan UBSI Kampus Yogyakarta Optimalkan Persiapan Akreditasi melalui Karantina Dokumen Hybrid
BSINews, Yogyakarta – Program Studi (Prodi) Perhotelan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta menggelar karantina persiapan akreditasi secara hybrid pada Senin hingga Jumat, 8–12 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di UBSI kampus Yogyakarta dan melalui Zoom Meeting ini bertujuan memastikan seluruh dokumen akreditasi tersusun lengkap, akurat, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Persiapan Akreditasi Perkuat Budaya Mutu Prodi Perhotelan UBSI Kampus Yogyakarta
Karantina diikuti Ketua Prodi (Kaprodi) Perhotelan UBSI kampus Yogyakarta, Emmita Devi Hari Putri, bersama staf Prodi Perhotelan serta berbagai unsur pendukung. Selama lima hari, tim melakukan penyempurnaan, verifikasi, dan validasi dokumen yang akan diajukan dalam proses akreditasi.
Dokumen yang dipersiapkan mencakup berbagai aspek, mulai dari bidang akademik, tata kelola, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, hingga luaran tridarma perguruan tinggi. Seluruh dokumen disusun agar memenuhi instrumen penilaian akreditasi terbaru.
Proses karantina mendapat dukungan dari berbagai unit di lingkungan universitas. Turut hadir Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBSI, Dr. Ani Wijayanti, tim Badan Penjaminan Mutu Akademik (BPMA), perwakilan Prodi Akuntansi, Prodi Manajemen, serta staf akademik yang memberikan pendampingan selama penyusunan dokumen.
Emmita mengatakan karantina menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh kebutuhan akreditasi dapat dipenuhi secara optimal.
“Akreditasi bukan hanya tentang penilaian dokumen, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan evaluasi terhadap kualitas layanan pendidikan yang telah diberikan kepada mahasiswa. Oleh karena itu, kami berupaya memastikan seluruh data dan dokumen tersusun secara akurat, valid, dan sesuai dengan kondisi nyata program studi,” ujarnya kepada media di Yogyakarta, pada Sabtu (13/6).
Selama kegiatan berlangsung, tim juga berkoordinasi secara intensif dengan berbagai bidang di Kampus Pusat Jakarta melalui Zoom Meeting. Setiap indikator penilaian dibahas secara rinci agar seluruh data pendukung dapat disajikan secara komprehensif.
Salah satu dosen Prodi Perhotelan UBSI kampus Yogyakarta, Yulianto, menilai karantina menjadi wadah yang efektif untuk memperkuat kolaborasi seluruh sivitas akademika dalam menghadapi proses akreditasi.
“Karantina ini menjadi wadah yang sangat efektif untuk menyatukan persepsi dan mempercepat penyelesaian dokumen. Akreditasi merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan unit pendukung lainnya. Kami optimistis hasil yang diperoleh nantinya dapat mencerminkan kualitas Prodi Perhotelan UBSI kampus Yogyakarta yang terus berkembang,” ungkapnya.
Baca juga: Kenapa Yogyakarta Jadi Kota Favorit untuk Kuliah? Ini Alasannya!
Selain mempersiapkan akreditasi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat budaya mutu di lingkungan Prodi Perhotelan. Melalui evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan, prodi terus meningkatkan kualitas pembelajaran, pelayanan akademik, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri perhotelan dan pariwisata.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas melalui kurikulum berbasis industri, dosen profesional, serta budaya penjaminan mutu yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya peningkatan kualitas akademik, termasuk persiapan akreditasi yang dilakukan secara menyeluruh.
Melalui karantina ini, Prodi Perhotelan UBSI kampus Yogyakarta optimistis dapat menghadapi proses akreditasi dengan baik. Hasil yang diperoleh diharapkan semakin memperkuat kualitas layanan pendidikan sekaligus menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri.(Dina Olivia)