Bakal Jadi Wisata Hits? Tim BSI Explore 2026 Terjun Langsung Kupas Tuntas Pesona Hidden Gem Curug Batu Black

0 2

BSINews, Tasikmalaya – Peserta BSI Explore 2026 melaksanakan survei dan observasi di kawasan Curug Batu Black, Desa Santanamekar, Jumat (7/8).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) BSI Explore 2026, Yanti Apriani, untuk mengenali potensi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan di kawasan wisata tersebut.

Survei lapangan menjadi bagian dari tahapan awal sebelum mahasiswa menentukan program kerja.

Melalui pengamatan secara langsung, peserta dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi kawasan, fasilitas yang tersedia, serta berbagai hal yang berpotensi dikembangkan.

Baca juga: Dipijit Abis di BSI Explore 2025, Mahasiswanya Siap Tancap Gas!

Peserta BSI Explore 2026 bersama DPL mengamati sejumlah bagian di kawasan Curug Batu Black.

Pengamatan dilakukan dengan melihat kondisi lingkungan dan fasilitas yang digunakan untuk mendukung aktivitas pengunjung.

Selain melihat kondisi fisik kawasan, mahasiswa juga memperhatikan aspek yang berkaitan dengan kenyamanan pengunjung.

Informasi tersebut menjadi bahan bagi peserta untuk memahami kebutuhan yang dapat menjadi bagian dari program pengabdian selama berada di Desa Santanamekar.

Observasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi yang ditemukan secara langsung di lapangan.

Dengan cara tersebut, mahasiswa dapat menghindari penyusunan program hanya berdasarkan perkiraan dan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan kawasan.

Yanti Apriani selaku Dosen Pembimbing Lapangan BSI Explore 2026 mengatakan survei lapangan diperlukan sebelum mahasiswa menentukan program kerja.

Menurutnya, pengamatan langsung dapat membantu mahasiswa memahami potensi dan kebutuhan yang ada di lokasi pengabdian.

“Saya melihat observasi langsung penting dilakukan sebelum mahasiswa menentukan program kerja. Dengan melihat kondisi di lapangan, mahasiswa dapat memahami potensi dan kebutuhan yang sebenarnya sehingga program yang dibuat nantinya lebih sesuai dengan kondisi dan dapat memberikan manfaat,” ujar Yanti Apriani, Dosen Pembimbing Lapangan BSI Explore 2026.

Menurut Yanti, hasil survei dapat menjadi dasar bagi mahasiswa dalam menentukan bentuk kegiatan yang akan dilakukan.

Mahasiswa perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan serta kebutuhan masyarakat agar program yang dirancang memiliki keterkaitan dengan potensi yang tersedia.

Kegiatan survei juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi mengenai pengembangan potensi Curug Batu Black.

Berbagai temuan selama observasi dibahas bersama untuk melihat kemungkinan kegiatan yang dapat dilakukan selama pelaksanaan BSI Explore 2026.

Curug Batu Black menjadi salah satu potensi yang dimiliki Desa Santanamekar.

Keberadaan kawasan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari bagaimana potensi lokal dapat dikenalkan dan dikembangkan melalui program yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Dalam proses observasi, mahasiswa tidak hanya melihat potensi kawasan, tetapi juga mencermati kebutuhan yang perlu mendapatkan perhatian.

Hal tersebut dilakukan agar program yang nantinya disusun dapat memberikan manfaat yang lebih relevan.

Hasil pengamatan selanjutnya akan menjadi salah satu bahan evaluasi tim BSI Explore 2026.

Informasi yang diperoleh dari lapangan akan digunakan bersama hasil koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah yang akan dilakukan selama program pengabdian.

Survei juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam melakukan pemetaan potensi wilayah.

Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa untuk mengidentifikasi permasalahan, melihat peluang, serta menyusun kegiatan berdasarkan kondisi nyata di masyarakat.

Bagi peserta BSI Explore 2026, kegiatan di Curug Batu Black menjadi salah satu tahapan untuk mengenal lebih dekat Desa Santanamekar.

Pengalaman berada langsung di kawasan wisata memungkinkan mahasiswa memahami potensi lokal dari sudut pandang yang lebih luas.

Pengamatan terhadap fasilitas dan lingkungan kawasan juga dapat membantu mahasiswa mempertimbangkan bentuk dukungan yang sesuai.

Program yang disusun nantinya diharapkan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan dan manfaat bagi masyarakat.

Hasil survei tersebut kemudian akan dibahas dalam proses penyusunan program kerja BSI Explore 2026.

Mahasiswa bersama DPL dapat menggunakan temuan lapangan sebagai bahan untuk menentukan prioritas kegiatan selama masa pengabdian.

Pendekatan berbasis observasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat.

Dengan memahami kondisi sebelum menjalankan program, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menyusun kegiatan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan di lokasi.

Kegiatan survei di Curug Batu Black juga memperkuat proses koordinasi antara mahasiswa dan DPL.

Pendampingan tersebut membantu mahasiswa dalam melihat berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan terkait program kerja.

Selanjutnya, peserta BSI Explore 2026 akan melanjutkan tahapan pemetaan dan koordinasi untuk menentukan program yang dapat diterapkan di Desa Santanamekar.

Hasil observasi di Curug Batu Black menjadi salah satu informasi yang akan dipertimbangkan dalam proses tersebut.

Baca juga: Menebar Ilmu, Menggali Potensi: Cerita Hari Keenam BSI Explore 2026 di Desa Radak Baru

Melalui survei dan observasi ini, mahasiswa diharapkan dapat menghadirkan program yang tidak hanya bersifat sementara.

Kegiatan yang dirancang diharapkan mampu mendukung potensi Desa Santanamekar, khususnya Curug Batu Black, sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Dengan melakukan pengamatan sejak tahap awal, BSI Explore 2026 berupaya memastikan setiap program memiliki dasar yang jelas.

Kolaborasi antara mahasiswa, DPL, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting agar potensi lokal dapat dikembangkan secara tepat dan memberikan manfaat bagi Desa Santanamekar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.