BSI Explore 2026 Bantu Guru SDN Kiarapayung 1 Temukan Potensi Anak Lewat Lomba Mewarnai

0 1

BSINews, Karawang – Sebuah lomba mewarnai mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun, bagi guru SDN Kiarapayung 1, kegiatan yang digelar mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui program BSI Explore 2026 justru menjadi kesempatan untuk melihat potensi yang selama ini mungkin belum muncul di ruang kelas.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Fun Day yang berlangsung di SDN Kiarapayung 1, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Kamis (20/8). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian BSI Explore 2026 tersebut melibatkan siswa kelas 1, 2, dan 3 melalui berbagai aktivitas dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Baca juga: BSI Explore 2026 Bawa Mahasiswa UBSI Belajar dan Mengabdi di Desa Kampung Sawah Bogor

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah lomba mewarnai. Bagi mahasiswa UBSI, aktivitas tersebut menjadi cara untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, sementara bagi guru, hasil karya siswa dapat menjadi salah satu pintu untuk mengenali minat dan bakat anak sejak dini.

Biah, wali kelas 2 SDN Kiarapayung 1 yang telah mengajar selama kurang lebih sembilan tahun, mengapresiasi kehadiran mahasiswa UBSI melalui BSI Explore. Menurutnya, program tersebut membawa berbagai hal baru dan kreativitas yang memberikan warna bagi lingkungan sekolah.

“Suatu kehormatan bagi SDN Kiarapayung 1 kedatangan dari BSI Explore ini. Banyak sekali perubahan atau hal-hal baru atau kreativitas dari BSI Explore untuk SDN Kiarapayung 1,” ujar Biah dalam keterangan rilis yang diterima pada Kamis (20/8).

Ia menilai lomba mewarnai memberikan manfaat yang lebih jauh daripada sekadar aktivitas perlombaan. Melalui kegiatan tersebut, guru dapat mengamati siswa yang memiliki ketertarikan dan kemampuan lebih dalam bidang seni, khususnya mewarnai dan melukis.

“Saya sangat mengapresiasi sekali, karena dengan adanya lomba mewarnai ini, kita sebagai guru jadi terbantu untuk memilih atau menilai ada beberapa siswa yang memiliki bakat mewarnai yang lebih tertuju ke bakat dia yang terpendam,” katanya.

Menurut Biah, potensi tersebut dapat menjadi dasar bagi guru untuk memberikan pendampingan yang lebih sesuai dengan minat anak. Siswa yang menunjukkan ketertarikan terhadap mewarnai, misalnya, dapat diarahkan untuk mengembangkan kemampuannya melalui kegiatan ekstrakurikuler atau bidang seni yang relevan.

“Karena di jenjang SD ini ada yang namanya O2SN dan mewarnai itu ada lombanya. Jadi ini benar-benar sangat membantu bagi kita,” ujarnya.

Lebih dari sekadar menemukan bakat, Biah melihat kegiatan kreatif seperti mewarnai sebagai bagian dari proses pendidikan anak sejak dini. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan karena interaksi dengan anak pada jenjang sekolah dasar menjadi salah satu tahap awal dalam membentuk semangat belajar mereka.

“Menurut saya peran guru ini sangat penting sekali untuk mencerdaskan anak bangsa. Walaupun dilihat dari profesi guru ini kebanyakan kita mungkin jauh sekali dari sejahtera, tapi kita semangat sekali untuk mencerdaskan anak bangsa kita,” kata Biah.

Ia menggambarkan bagaimana guru berusaha menjaga suasana positif di hadapan siswa meskipun memiliki persoalan pribadi maupun tantangan pekerjaan. Baginya, senyum dan semangat guru di depan kelas dapat ikut memengaruhi semangat anak-anak dalam mengikuti pembelajaran.

“Pagi-pagi walaupun ada banyak masalah atau apa, tapi kita kalau misalnya sudah ke sekolah, kita akan senyum lebar, ceria biar anak lebih semangat. Lihat ibu bapak gurunya senyum lebar, anak-anak lebih semangat,” tuturnya.

Karena itu, Biah berharap profesi guru tidak dipandang sebelah mata. Ia menyebut guru sebagai salah satu garda awal dalam upaya mencerdaskan generasi bangsa.

“Jadi jangan terlalu menyepelekan guru, ‘ah apa sih cuma guru’. Enggak kayak gitu. Karena kita di sini sebagai langkah pertama atau gawang pertama untuk mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan tujuan mahasiswa UBSI dalam menghadirkan aktivitas edukatif selama BSI Explore 2026. Andina Suci Aryani selaku ketua Tim 15 BSI Explore Desa Kiarapayung, mengatakan kegiatan bersama siswa dirancang agar anak-anak dapat belajar sekaligus bersenang-senang.

“Menurut aku itu sangat penting sekali untuk dilatih motoriknya. Kita ingin mengajarkan bahwa pendidikan itu bisa dari mana saja, bisa dari sumber apa saja, dan juga tidak harus yang bermewah-mewahan gedungnya, tetapi tentang bagaimana kualitas ilmu itu,” ujar Andina.

Selain lomba mewarnai, mahasiswa juga menyiapkan sejumlah permainan seperti estafet kardus, mengipasi balon, estafet sedotan, dan estafet menggunakan karet. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak untuk bermain, berkreasi, berinteraksi, sekaligus menunjukkan kemampuan yang mereka miliki.

Baca juga: BSI Explore 2026 UBSI Kampus Tasikmalaya Salurkan 150 Paket Alat Tulis untuk Siswa SDN Kramatjaya

Kegiatan di SDN Kiarapayung 1 juga menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa UBSI untuk belajar langsung dari masyarakat. Di tengah kawasan Karawang yang dikenal sebagai salah satu wilayah industri, sekolah dan masyarakat Desa Kiarapayung menunjukkan bahwa pendidikan tetap tumbuh melalui kolaborasi berbagai pihak.

Melalui BSI Explore 2026, mahasiswa tidak hanya datang membawa program. Mereka juga menemukan bahwa dari sebuah lomba sederhana, guru dapat menemukan potensi anak, siswa mendapatkan ruang untuk berekspresi, dan mahasiswa memperoleh pelajaran bahwa pengabdian kepada masyarakat pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang apa yang dipelajari selama berada di tengah masyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.