Kolaborasi Yayasan BSI dan Puteri Indonesia Dorong Akses Pendidikan Finalis

0 52

BSINews, Jakarta – Di balik gemerlap panggung Puteri Indonesia 2026, ada cerita lain yang jarang terlihat kamera, tentang mimpi yang ingin terus dilanjutkan, bahkan setelah mahkota ditanggalkan. Bagi sebagian finalis, ajang ini bukan hanya soal prestasi atau representasi daerah, tapi juga tentang membuka jalan menuju pendidikan yang lebih tinggi.

Sejak tahun 2019, Yayasan Bina Sarana Informatika (BSI) telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Puteri Indonesia (YPI) dalam menghadirkan akses pendidikan bagi para finalis. Kolaborasi ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata komitmen dalam mencerdaskan putri bangsa melalui program beasiswa yang berkelanjutan.

Baca juga: Di Balik Mahkota Puteri Indonesia, Ada Mimpi Kuliah yang Diam-Diam Diperjuangkan

Melalui dukungan dari Yayasan BSI yang menaungi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), para finalis mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1, S2, bahkan S3.

Sebuah peluang yang tidak hanya membuka akses akademik, tetapi juga memperluas cakrawala masa depan mereka. Bagi banyak finalis, beasiswa ini bukan sekadar “bonus” dari sebuah kompetisi. Ia adalah jawaban dari mimpi yang sudah lama disimpan.

Yayasan Puteri Indonesia Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Perwakilan YPI, Mega Angkasa, mengungkapkan bahwa dalam proses seleksi, terutama saat sesi deep interview, pendidikan sering kali menjadi salah satu alasan kuat di balik langkah para peserta.

“Dalam sesi deep interview, kami menemukan banyak finalis yang memang sejak awal bermimpi mengikuti Puteri Indonesia. Salah satu tujuannya bukan hanya untuk berprestasi, tetapi juga untuk bisa melanjutkan studi melalui beasiswa yang diberikan Yayasan Puteri Indonesia serta kampus-kampus yang mendukung putri terbaik Indonesia, salah satunya melalui Yayasan Bina Sarana Informatika,” ujarnya.

Pernyataan itu seperti membuka sisi lain dari panggung yang selama ini terlihat glamor. Ada ambisi yang lebih sunyi, lebih personal, tapi justru lebih kuat, keinginan untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan yang lebih baik.

Ir Naba Aji Notoseputro selaku Co-founder Yayasan BSI mengatakan bahwa program beasiswa ini menjadi jembatan antara potensi dan kesempatan. Finalis tidak hanya dipandang sebagai representasi kecantikan atau budaya, tetapi juga sebagai individu yang memiliki kapasitas intelektual dan semangat untuk berkembang.

Baca juga: Puteri Indonesia 2026: Dari Panggung ke Pendidikan, Cerita di Balik Pembekalan

“Dalam konteks yang lebih luas, kerja sama ini menunjukkan bahwa ajang seperti Puteri Indonesia bisa menjadi ruang yang lebih dari sekadar kompetisi. Ia bisa menjadi ekosistem yang menghubungkan mimpi dengan akses, serta potensi dengan pendidikan,” Pungkas Naba dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (14/4).

Karena pada akhirnya, mahkota mungkin hanya dikenakan oleh satu orang. Tapi kesempatan untuk tumbuh dan belajar itu bisa dimiliki oleh semua yang berani melangkah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.