Dari AI Prompt hingga GitHub, HIMASI UBSI kampus Karawang Perkuat Bekal Mahasiswa
BSINews, Karawang – Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang menggelar Coding Club Internal bertajuk Eksplorasi GitHub dan Prompt AI untuk Pengembangan Website pada Sabtu (11/7). Kegiatan ini menjadi wadah bagi anggota HIMASI untuk mempelajari pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan platform GitHub sebagai bekal menghadapi kebutuhan industri teknologi yang terus berkembang.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa menguasai teknologi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui Coding Club ini, peserta dibekali pemahaman mengenai teknik menyusun AI Prompt yang efektif untuk membantu proses pengembangan website serta penggunaan GitHub sebagai media kolaborasi dalam membangun perangkat lunak.
Kegiatan Coding Club membangun kemampuan teknis dan kolaborasi sebagai modal memasuki industri teknologi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mempelajari cara memanfaatkan AI untuk membantu menyusun struktur website, menghasilkan potongan kode, hingga mengembangkan fitur aplikasi secara lebih efisien. Selain itu, mereka juga dikenalkan pada GitHub sebagai platform version control yang banyak digunakan perusahaan untuk mengelola proyek perangkat lunak secara kolaboratif.
Ketua pelaksana kegiatan, Fadli Cahya Zulkarnain Tarigan, menjelaskan bahwa Coding Club dirancang agar mahasiswa mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan pemahaman dasar dalam pemrograman.
“AI telah mengubah cara pengembang membangun aplikasi. Yang terpenting bukan hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami cara menyusun prompt yang tepat serta tetap menguasai logika di balik kode yang dihasilkan. Kami juga ingin anggota HIMASI terbiasa bekerja secara kolaboratif melalui GitHub sebagai bekal memasuki dunia profesional,” ujarnya dalam keteranagn rilis Sabtu (11/7).
Baca juga: Belajar UI/UX Tak Berhenti di Workshop, HIMASI UBSI Kampus Karawang Gelar Study Club
Selain praktik penggunaan AI, peserta juga mempelajari cara membuat repositori, mengunggah kode program, memperbarui proyek, hingga memahami sistem pencatatan perubahan (version control) menggunakan GitHub. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai pola kerja tim dalam pengembangan perangkat lunak yang banyak diterapkan di industri teknologi.
Pembimbing HIMASI, Abdussomad, mengatakan bahwa penguasaan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama dalam tim agar mahasiswa mampu bersaing di dunia kerja.
“Perusahaan tidak hanya membutuhkan lulusan yang mampu membuat program, tetapi juga mampu berkolaborasi, mendokumentasikan pekerjaannya dengan baik, dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. AI dapat mempercepat proses, tetapi kualitas seorang programmer tetap ditentukan oleh kemampuan analisis dan kemauan untuk terus belajar,” ungkap Abdussomad.
Menutup kegiatan, Fadli berharap Coding Club dapat terus menjadi ruang belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendorong mahasiswa semakin siap menghadapi dunia industri.
“Semoga Coding Club ini mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan mengenai teknologi terbaru, serta membangun kebiasaan belajar dan berkolaborasi sehingga lebih siap menghadapi tantangan di industri digital,” tutup Fadli. (Niken)