Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Asah Kompetensi AI melalui IT Bootcamp Software Development Berbasis Industri
BSINews, Karawang – Perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara industri mengembangkan perangkat lunak dan menciptakan berbagai peluang baru di dunia kerja. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang terus menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri. Salah satunya melalui IT Bootcamp Software Development for Industry bertajuk “Futurecode: AI-Driven Software Engineering” yang berlangsung pada Rabu-Kamis (1–2/7) di Asyana Hotel Sentul, Bogor.
IT Bootcamp AI UBSI Bekali Mahasiswa Karawang Hadapi Tantangan Industri Software Development
Kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa semester 4 Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Karawang yang berasal dari UBSI kampus Karawang dan UBSI kampus Cikampek. Selama bootcamp, para mahasiswa didampingi oleh Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Karawang, Abdussomad, bersama Staf Program Studi, Ilham Kurniawan. Bootcamp juga melibatkan mahasiswa dari UBSI kampus Sukabumi dan UBSI kampus Bogor sehingga menjadi wadah kolaborasi lintas kampus dalam meningkatkan kompetensi di bidang pengembangan perangkat lunak berbasis AI.
Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UBSI, Rachmat Adi Purnama, yang menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi transformasi industri digital.
“Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori pemrograman, tetapi juga harus mampu memanfaatkan Artificial Intelligence sebagai bagian dari proses pengembangan perangkat lunak agar siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berubah,” ujarnya dalam keteranga rilis yang diterima di Karawang pada Selasa (14/7).
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari akademisi dan praktisi yang membahas pengembangan perangkat lunak berbasis industri, penguatan kompetensi digital, hingga implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan aplikasi. Salah satu sesi utama disampaikan oleh Ilham Maulana, selaku Chief Executive Officer (CEO) PT Iner Corp, yang mengulas pemanfaatan chatbot berbasis AI dalam berbagai sektor usaha.
“Artificial Intelligence (AI) bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi menjadi alat yang membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Karena itu, calon software engineer harus mampu berkolaborasi dengan teknologi agar dapat menghasilkan solusi digital yang lebih inovatif,” jelas Ilham Maulana.
Materi berikutnya disampaikan oleh Abdussomad, dan Ilham Kurniawan, yang memberikan pembekalan mengenai proses pengembangan proyek perangkat lunak, mulai dari perencanaan, perancangan sistem, hingga strategi implementasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Baca juga : Kolaborasi Lintas Kampus, Mahasiswa UBSI Asah Kompetensi AI melalui Futurecode Bootcamp 2026
Menurut Abdussomad, kegiatan bootcamp menjadi pengalaman belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan praktik nyata dunia industri.
“Melalui bootcamp ini mahasiswa tidak hanya belajar membangun aplikasi, tetapi juga memahami bagaimana sebuah solusi digital dikembangkan secara kolaboratif, diuji, dipresentasikan, dan dievaluasi berdasarkan standar industri. Pengalaman seperti ini menjadi bekal penting sebelum mereka memasuki dunia kerja,” ungkapnya.
Memasuki malam hari, seluruh peserta dibagi menjadi 11 kelompok untuk mempresentasikan proyek aplikasi yang telah dirancang. Setiap kelompok memaparkan konsep, desain sistem, fitur, hingga solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan yang diangkat. Presentasi kemudian dievaluasi langsung oleh para akademisi dan praktisi berdasarkan aspek inovasi, kualitas solusi, pengalaman pengguna (user experience), serta potensi implementasi di dunia industri.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi team building melalui berbagai permainan interaktif sebelum memasuki acara penutupan dan pengumuman hasil penilaian proyek. Pada sesi awarding, salah satu tim mahasiswa UBSI kampus Karawang berhasil meraih Juara 1 Aplikasi Terbaik, sebagai bentuk apresiasi atas kualitas inovasi, kemampuan teknis, dan penyampaian presentasi yang dinilai unggul oleh dewan juri.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mampu menghasilkan solusi digital yang kompetitif melalui proses pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui kolaborasi dengan akademisi, praktisi, dan dunia industri. Melalui kegiatan seperti IT Bootcamp Software Development for Industry, UBSI berharap mahasiswa mampu mengembangkan kompetensi teknis, memperkuat kemampuan kolaboratif, serta menjadi talenta digital yang inovatif dan siap bersaing di era transformasi Artificial Intelligence. (Indari)