Dosen Prodi Hukum Bisnis UBSI Edukasi Cegah Bullying pada Anak Usia Dini di Jakarta Selatan
BSINews, Jakarta – Program Studi (Prodi) Hukum Bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kunjungan edukasi ke Paud Mawar dan Paud Sendy di Jakarta Selatan, pada Senin (27/7). Kegiatan ini menyasar guru dan orang tua murid, dengan fokus utama pada pencegahan perundungan atau bullying sejak usia dini.
Kunjungan ke lembaga pendidikan yang berlokasi di Jalan Manggarai Utara 5 Nomor 19-22 ini, merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Pengabdian Masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi hasil kerja sama antara UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dan Yayasan Komunitas Cerdaskan Anak Indonesia (KOCAK).
Baca juga: Bangun Karakter Pengabdian, UBSI Kampus Tasikmalaya Bekali Peserta BSI Explore 2026
Selain memperluas wawasan akademik, program ini juga bertujuan untuk membangun jejaring kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat. Para peserta diberi pemahaman tentang pola asuh positif, perlindungan anak dari bullying, hingga kesadaran hukum atas hak-hak anak.
Salah satu dosen Prodi Hukum Bisnis UBSI, Rizki Atsari Samanha, S.H., M.H., menjelaskan bahwa dampak bullying tidak berhenti pada gangguan emosional jangka pendek semata. Menurutnya, perundungan juga dapat memengaruhi perkembangan mental dan kepercayaan diri anak hingga dewasa.
“Anak yang mengalami perundungan berisiko mengalami kecemasan, depresi, kesulitan membangun hubungan sosial, bahkan penurunan prestasi akademik,” kata Rizki, dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta, Selasa (28/7).
Baca juga: BSI Explore Dimulai, Mahasiswa UBSI Kampus Solo Siapkan Pengabdian yang Tepat Sasaran
Selain aspek psikologis, materi kegiatan turut menyinggung sisi hukum perlindungan anak di Indonesia. Guru dan orang tua diajak memahami bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi.
Sementara itu, pihak Paud Mawar dan Paud Sendy menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan kebutuhan orang tua dan guru dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan anak saat ini.