Dosen UBSI Berkontribusi Perkuat UMKM melalui Pendampingan Legalitas Usaha dan Pemanfaatan AI di Garut

0 3

BSINews, Garut — Penguatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era ekonomi digital membutuhkan dukungan tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari kalangan akademisi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “From Local to Global: Pendampingan Legalitas Usaha dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi UMKM Naik Kelas”, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif turut berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Desa Cikelet, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 2–3 Juni 2026.

Dosen UBSI Berkontribusi Perkuat UMKM melalui Pendampingan Legalitas Usaha dan Pemanfaatan AI di Garut

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Dosen Peneliti Indonesia (PDPI) bekerja sama dengan Pemerintah Desa Cikelet ini bertujuan meningkatkan daya saing pelaku UMKM melalui penguatan aspek legalitas usaha serta pemanfaatan teknologi digital berbasis Artificial Intelligence (AI).

Salah satu dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Ahmad Jurnaidi Wahidin, dosen Program Studi Teknologi Informasi UBSI. Ia tergabung sebagai anggota tim pelaksana sekaligus penyuluh bersama puluhan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang bersinergi memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.

Keterlibatan Ahmad Jurnaidi Wahidin menjadi bentuk nyata implementasi keilmuan di bidang teknologi informasi dalam mendukung transformasi digital sektor usaha mikro. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya legalitas usaha, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga perlindungan merek dagang.

Selain itu, peserta juga memperoleh pelatihan praktis mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pemasaran digital, seperti pembuatan desain promosi, penyusunan konten media sosial, hingga strategi pengembangan bisnis berbasis teknologi.

Ahmad Jurnaidi Wahidin menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif.

“Pelaku UMKM perlu didorong agar tidak hanya memahami pentingnya legalitas usaha, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, sebagai alat untuk meningkatkan kualitas promosi, memperluas pasar, dan mengembangkan usahanya secara lebih profesional,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Garut Rabu (3/6).

Baca Juga : Perkuat UMKM dengan Pelatihan Digital Marketing

Ketua Pelaksana kegiatan, Prof. Suwanto, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu.

“Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, tetapi juga menjadi wadah implementasi hasil penelitian dan inovasi dosen agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.

Seluruh rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik, pendampingan, hingga evaluasi sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para pelaku UMKM aktif berdiskusi, mengikuti praktik penggunaan AI, serta berkonsultasi mengenai proses legalitas usaha. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya legalitas usaha sekaligus memperkenalkan teknologi AI sebagai solusi inovatif dalam pemasaran digital.

Ke depan, kolaborasi antara PDPI, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak UMKM yang mampu berkembang secara profesional, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki daya saing tinggi di era ekonomi digital.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen mendorong dosen dan sivitas akademik untuk berkontribusi dalam pengembangan masyarakat melalui penerapan teknologi informasi yang berdampak nyata. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan transformasi digital. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.