Dosen Universitas BSI Beri Penyuluhan Teacherpreneurship untuk Guru di Komunitas 56 Pancoran
BSINews, Jakarta – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kembali menunjukkan komitmennya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Sabtu, 18 Mei 2024. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 ini diadakan secara hybrid.
Kegiatan ini melibatkan beberapa dosen FEB Universitas BSI seperti Sudirja, Muji Endah Palupi, Nurvi Oktiani, dan Nanang Kohar, serta dibantu oleh sejumlah mahasiswa. Mitra pengabdian masyarakat kali ini merupakan Komunitas 56 Pancoran Jakarta yang berofkus pada ‘Edukatif Teacherpreneurship: Meningkatkan Inovasi Guru di Komunitas 56 Pancoran Jakarta’.
Baca juga: Dosen Universitas BSI Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Ibu-Ibu PKK di Ciracas
Sebagai pemateri utama, Muji Endah Palupi menjelaskan konsep teacherpreneurship yang tidak hanya berfokus pada guru sebagai pengusaha, tetapi lebih kepada pengembangan jiwa wirausaha dalam diri guru.
“Dengan jiwa wirausaha, guru dapat meningkatkan produktivitasnya dan mampu memecahkan masalah dengan solusi kreatif, seperti halnya seorang pengusaha,” jelas Muji.
Disisi lain, Sudirja selaku Ketua tim Pengabdian Masyarakat Universitas BSI mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi para guru, tetapi juga memperkuat hubungan antara Universitas BSI dan masyarakat sekitar.
“Dengan adanya program pengabdian masyarakat ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan guru,” ungkapnya.
Sementara itu, Yulita selaku Ketua Komunitas 56 Pancoran Jakarta menyampaikan rasa terima kasihnya atas waktu dan usaha yang telah diberikan oleh para dosen dan mahasiswa Universitas BSI.
“Penyuluhan ini sangat bermanfaat, karena kami mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana teacherpreneurship dapat memunculkan sikap mental dan jiwa guru yang aktif, kreatif, dan inovatif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai kegiatan usaha di sekolah,” tegasnya.
Yulita selaku Ketua Komunitas 56 Pancoran Jakarta mengungkapkan harapannya bahwa penyuluhan ini dapat berfungsi sebagai instrumen pembaharuan yang dapat diadopsi oleh berbagai entitas, termasuk individu, organisasi, dan lembaga pemerintah.
Baca juga: Pelatihan Penggunaan Video Interaktif Sebagai Media Promosi Produk UMKM
“Melalui penyuluhan ini, kami berharap guru-guru di Komunitas 56 Pancoran dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang teacherpreneurship, sehingga mampu mengintegrasikan teknologi dan interaktivitas dalam upaya peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.(ACH)