Kiarapayung, Desa Kecil di Tengah Industri Karawang yang Terus Menggerakkan Ekonomi Warga
BSINews, Karawang – Karawang selama ini lekat dengan citra sebagai salah satu kawasan industri besar di Indonesia. Namun, di tengah geliat pabrik dan lalu lintas pekerja, terdapat Desa Kiarapayung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, yang tetap menjalankan kehidupan masyarakatnya sebagai sebuah desa dengan karakter dan dinamika tersendiri.
Sekretaris Desa Kiarapayung, Abdul Hasyim, mengatakan wilayahnya memiliki luas dan jumlah penduduk yang relatif kecil dibandingkan wilayah lain. Meski demikian, Desa Kiarapayung memiliki posisi yang unik karena berada di tengah kawasan industri.
Baca juga: BSI Explore 2026 Tak Sekadar Mengabdi, Mahasiswa UBSI Ikut Bantu Aktivitas Desa Kiarapayung
“Sebetulnya untuk Desa Kiarapayung itu desa yang paling sedikit penduduknya, paling kecil wilayahnya. Namun alhamdulillah, Kiarapayung itu berdiri di tengah-tengah industri,” ujar Abdul Hasyim dalam keterangan rilis yang diterima pada Kamis (20/8).
Keberadaan kawasan industri di sekitar desa menurut pemerintah setempat justru memberikan sejumlah dampak positif bagi masyarakat. Salah satu manfaat yang paling dirasakan adalah terbukanya kesempatan kerja sehingga dapat membantu mengurangi angka pengangguran.
Menurut Abdul Hasyim, kehadiran industri juga memberikan efek terhadap pergerakan ekonomi warga. Masyarakat tidak hanya bekerja sebagai karyawan industri, tetapi sebagian mulai memanfaatkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut dengan membuka usaha kecil.
“Kebanyakannya positif daripada negatifnya. Dengan adanya industri di wilayah Desa Kiarapayung itu sangat membantu masyarakat. Satu mengurangi pengangguran, kedua perekonomian warga itu meningkat,” katanya.
Perubahan tersebut terlihat dari munculnya berbagai usaha masyarakat, mulai dari penjualan makanan hingga minuman. Warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan mulai memperoleh peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Meski lebih banyak merasakan manfaat ekonomi, keberadaan kawasan industri juga menghadirkan konsekuensi bagi kehidupan masyarakat. Abdul Hasyim menyebut aktivitas lalu lintas pekerja menjadi salah satu hal yang paling terasa, terutama pada malam hari.
“Untuk negatifnya paling hanya bising. Kalau malam hari itu kan banyak lalu lalang lalu lintas karyawan,” tuturnya.
Sementara terkait lingkungan, Abdul Hasyim mengatakan berdasarkan pengetahuan pemerintah desa hingga saat ini, pengelolaan air limbah dari kawasan industri di sekitar wilayah tersebut telah tertata dan tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan desa.
Di tengah lingkungan industri tersebut, kehidupan sosial masyarakat Kiarapayung juga tetap menjadi kekuatan. Menurut Abdul Hasyim, masyarakat desa memiliki tingkat kekompakan dan antusiasme yang tinggi ketika terdapat kegiatan bersama.
“Untuk Desa Kiarapayung sendiri alhamdulillah ya, bisa di ini sama rekan-rekan dari UBSI juga, untuk kerapihan, kebersihan, alhamdulillah selalu terjaga. Dan terutama ini, kekompakan masyarakatnya. Alhamdulillah setiap acara selalu antusias,” ujarnya.
Cerita tentang Kiarapayung semakin menarik ketika mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) hadir melalui program BSI Explore 2026. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menyasar lingkungan sekolah, tetapi juga bersinggungan dengan aktivitas masyarakat desa.
Menurut Abdul Hasyim, mahasiswa UBSI memberikan bantuan bagi pemerintah desa dalam sejumlah kegiatan. Salah satunya ketika masyarakat menggelar berbagai kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mahasiswa turut membantu pelaksanaan kegiatan seperti perlombaan dan karnaval, termasuk menjadi bagian dari tim penjurian. Kehadiran mahasiswa dari luar lingkungan desa dinilai membantu menjaga objektivitas dalam menentukan pemenang.
“Dengan kehadirannya rekan-rekan mahasiswa UBSI, alhamdulillah sikap, sifat netralitas itu benar-benar terjaga,” kata Abdul Hasyim.
Bagi pemerintah desa, keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika mahasiswa hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Bagi pemerintah Desa Kiarapayung, pertumbuhan industri di sekitar wilayah desa diharapkan dapat terus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kesempatan kerja bagi warga lokal menjadi salah satu harapan utama agar manfaat keberadaan industri dapat dirasakan semakin luas.
“Harapan kami sebagai pemerintah desa, penduduk masyarakat Kiarapayung itu lebih makmur lagi, angka kemiskinan mulai berkurang,” ujar Abdul Hasyim.
Ia juga berharap industri yang berada di sekitar Kiarapayung dapat semakin banyak merekrut tenaga kerja dari masyarakat setempat. Dengan demikian, keberadaan kawasan industri tidak hanya menjadi latar bagi desa, tetapi benar-benar menjadi bagian dari proses peningkatan kesejahteraan warganya.
“Untuk ke depannya mudah-mudahan industri yang ada di Kiarapayung lebih bisa merekrut lagi tenaga kerja untuk benar-benar mengurangi pengangguran. Pada intinya, kami atas nama pemerintah ingin melihat masyarakatnya makmur, subur, tanpa kekurangan suatu apa pun,” katanya.
Baca juga: BSI Explore 2026 Bantu Guru SDN Kiarapayung 1 Temukan Potensi Anak Lewat Lomba Mewarnai
Kiarapayung akhirnya memperlihatkan wajah lain dari Karawang. Di antara kawasan industri yang terus bergerak, terdapat desa yang menjaga kekompakan warganya, mengembangkan ekonomi lokal, dan tetap membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan.
Kehadiran mahasiswa UBSI melalui BSI Explore 2026 menjadi salah satu potongan kecil dari cerita tersebut. Sebuah perjumpaan antara kampus dan desa yang menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang gedung tinggi dan kawasan industri, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat di sekitarnya ikut tumbuh.