Kolaborasi Mahasiswa UBSI Kampus Tegal dan PT Tong Tji Tea Indonesia Hasilkan Aplikasi Kantin Digital LunchQR

0 50

BSINews, Tegal — Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri terus menghasilkan berbagai inovasi yang mendukung transformasi digital, salah satunya di bidang pengelolaan operasional internal perusahaan. Mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal berhasil menciptakan aplikasi LunchQR untuk mendigitalisasi sistem kantin di PT Tong Tji Tea Indonesia. Serah terima aplikasi ini dilakukan pada Rabu (23/7).

Aplikasi Kantin Digital LunchQR

Aplikasi LunchQR dikembangkan oleh Jacob Jockey Saputra dan Rizki Putra Ramadhan melalui proyek tugas akhir berjudul “Sistem Informasi Scan Makan Kantin PT Tong Tji Tea Indonesia via Code QR Berbasis Website”. Aplikasi ini dirancang untuk menggantikan sistem voucer makan fisik yang sebelumnya digunakan di perusahaan, dengan menghadirkan proses pencatatan konsumsi makan karyawan yang lebih efisien, akurat, dan dapat dipantau secara real-time melalui pemindaian QR code.

Dalam proses pengembangan, mahasiswa mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing Fandhilah dan asisten pembimbing Puspa Fortuna Zulfa. Fandhilah menyampaikan bahwa proyek ini merupakan contoh nyata bagaimana mahasiswa UBSI mampu menerjemahkan kebutuhan industri menjadi solusi berbasis teknologi.

“Proyek ini adalah bukti nyata kemampuan mahasiswa kami dalam menerjemahkan kebutuhan industri menjadi solusi teknologi yang fungsional. Kami bangga Jacob dan Rizki dapat menghasilkan aplikasi yang tidak hanya memenuhi syarat kelulusan, tetapi juga memberikan dampak positif langsung bagi PT Tong Tji Tea Indonesia,” ujar Fandhilah dalam keterangan tertulis, Rabu (23/7).

Pihak PT Tong Tji Tea Indonesia melalui Aqrist Teguh Satria juga menyambut baik hasil kerja mahasiswa UBSI kampus Tegal. Ia menilai bahwa aplikasi ini mampu mengatasi berbagai tantangan yang selama ini dihadapi perusahaan dalam penggunaan voucer manual.

“Aplikasi LunchQR ini adalah solusi yang kami butuhkan untuk mengatasi kelemahan sistem voucer manual, seperti biaya cetak, risiko kehilangan, dan proses rekapitulasi yang rumit. Kami sangat mengapresiasi inovasi dari mahasiswa UBSI kampus Tegal dan berharap sistem ini dapat meningkatkan efisiensi serta transparansi pengelolaan fasilitas makan karyawan kami,” tuturnya.

Sementara itu, Jacob Jockey Saputra selaku salah satu pengembang LunchQR mengaku bangga bisa menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam proyek nyata bersama mitra industri.

“Kami bersyukur bisa terlibat langsung dalam proyek yang bermanfaat bagi perusahaan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk belajar menghadapi tantangan nyata di lapangan sekaligus berkontribusi dalam proses digitalisasi di lingkungan kerja,” ungkap Jacob.

Baca juga: SIPADETA: Inovasi Digital Mahasiswa UBSI Kampus Tegal untuk Desa Tanjungsari

Proyek ini merupakan bagian dari kurikulum UBSI yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Melalui pengembangan LunchQR, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap kerja, kompeten di bidang teknologi informasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pelaku industri lokal.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.