Mahasiswa UBSI Hadirkan Solusi Cerdas bagi Pengembangan Pembelajaran Digital

0 8

BSINews, Bogor – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Resi Nopalia dan Muhammad Hasan Fikri, memperkenalkan aplikasi E-Learning dan Computer-Based Test (CBT) terintegrasi untuk SMK Geo Informatika pada Selasa (28/7). Aplikasi ini dikembangkan sebagai solusi untuk mendukung digitalisasi pembelajaran dan pelaksanaan ujian berbasis komputer yang lebih efektif, efisien, serta ramah lingkungan di lingkungan sekolah.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswanya menghadirkan inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan. Pengembangan sistem ini merupakan respons terhadap kebutuhan sekolah akan media pembelajaran dan evaluasi yang lebih adaptif. Aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung proses pembelajaran digital sekaligus mempermudah guru dalam mengelola bank soal, melaksanakan ujian, dan mengevaluasi hasil belajar siswa.

Platform E-Learning dan CBT dirancang untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di sekolah.

Sistem yang dikembangkan terdiri atas dua portal utama yang saling terintegrasi secara real-time. Portal Siswa menyediakan antarmuka ujian online yang dilengkapi fitur Auto-Save to Cloud sehingga setiap jawaban siswa tersimpan secara otomatis pada setiap butir soal, meskipun terjadi gangguan koneksi internet. Sementara itu, Portal Guru memudahkan penyusunan paket ujian, pengelolaan bank soal, pengaturan durasi ujian, hingga pemantauan perkembangan dan tingkat ketuntasan belajar siswa secara real-time.

Selain itu, aplikasi juga dilengkapi dashboard analisis ketuntasan belajar berbasis Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang menampilkan visualisasi data interaktif menggunakan Chart.js. Guru dapat mengekspor rekapitulasi nilai ke dalam format Microsoft Excel maupun PDF sehingga proses administrasi penilaian menjadi lebih cepat, praktis, dan akurat.

Menjelaskan latar belakang pengembangan aplikasi tersebut, Resi Nopalia mengatakan bahwa sistem ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran dan ujian berbasis digital di sekolah.

“Fokus utama kami adalah menciptakan pengalaman ujian yang andal melalui fitur Auto-Save, sekaligus mempermudah pekerjaan administratif guru dengan fitur Auto-Grading dan visualisasi ketuntasan belajar secara real-time,” ujarnya dalam keterangan rilis Selasa (28/7).

Baca juga: UBSI Perkuat Komitmen Pengembangan Talenta Muda di Rita Idol Wonosobo

Dosen pembimbing, Risa Wati, mengapresiasi keberhasilan kedua mahasiswa tersebut dalam mengembangkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan.

“Inovasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk menghasilkan solusi teknologi yang bermanfaat. Kami berharap sistem E-Learning dan CBT ini dapat terus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di SMK Geo Informatika maupun sekolah lainnya,” ujarnya.

Pihak SMK Geo Informatika juga menyambut baik implementasi sistem tersebut. Dengan hadirnya platform digital ini, pelaksanaan evaluasi pembelajaran, baik ujian tengah semester maupun ujian akhir, dapat dilakukan secara lebih terstruktur, efisien, hemat kertas (paperless), serta menghasilkan data penilaian yang akurat untuk kebutuhan administrasi akademik.

Keberhasilan pengembangan aplikasi E-Learning dan CBT ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan mitra sekolah mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan. Muhammad Hasan Fikri berharap sistem yang dikembangkan bersama rekannya dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan agar semakin banyak sekolah merasakan manfaat transformasi digital.

“Harapan kami, aplikasi ini dapat membantu guru dan siswa menjalankan proses pembelajaran serta ujian dengan lebih efektif dan efisien. Kami juga berharap sistem ini dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan pengguna agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Semoga inovasi ini menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak solusi digital yang bermanfaat bagi dunia pendidikan Indonesia,” ujar Muhammad Hasan Fikri.

Alur ini lebih sesuai dengan standar BSINews: paragraf pertama langsung menjelaskan peristiwa, lalu baru di tengah ada kutipan Resi, dilanjutkan kutipan dosen, dan ditutup dengan harapan dari Muhammad Hasan Fikri.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.