Dari Panggung Kampus ke Mahkota Putri Bhagasasi 2026, Kisah Gyshella Amelia

0 5

BSINews, Bekasi – Mahkota Putri Bhagasasi 2026 kini menjadi bagian dari perjalanan Gyshella Amelia Firdaus. Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kaliabang itu berhasil meraih gelar Putri Bhagasasi 2026 setelah sebelumnya aktif mengembangkan kemampuan komunikasi, tampil di berbagai kegiatan, hingga terlibat dalam aktivitas kreatif di lingkungan kampus.

Bagi Gyshella dunia panggung bukan sesuatu yang benar-benar asing. Sebagai mahasiswa UBSI yang memiliki ketertarikan pada media, digital, dan public speaking, ia telah menjalani berbagai peran, mulai dari MC, host podcast, talent konten, hingga performer dalam sejumlah kegiatan kampus.

Baca juga: Prestasi Membanggakan! Mahasiswa UBSI Kampus Purwokerto Raih Mahkota Mas Batik Jawa Tengah 2026

Kini pengalaman tersebut membawanya ke panggung yang lebih besar melalui ajang Putra Putri Bhagasasi 2026. Di balik mahkota yang dikenakannya, ada proses panjang untuk membangun kepercayaan diri, mengasah kemampuan komunikasi, sekaligus berani mengambil kesempatan yang datang.

Gyshella merupakan mahasiswa semester 3 Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI Kampus Kaliabang. Ia memilih Ilmu Komunikasi karena merasa bidang tersebut dekat dengan ketertarikannya terhadap dunia media dan digital, khususnya media sosial, sekaligus kegemarannya berbicara di depan banyak orang.

“Saya memilih Ilmu Komunikasi karena tertarik dengan dunia media dan digital, terutama media sosial. Saya juga senang berbicara dengan banyak orang, khususnya di depan khalayak. Karena itu, saya merasa jurusan ini sesuai dengan minat saya, terutama di bidang public relations, media, dan komunikasi,” ujar Gyshella dalam keterangan rilis yang diterima pada Rabu (9/9).

Mahkota yang Berawal dari Keberanian Mencoba

Perjalanan Gyshella menuju Putri Bhagasasi 2026 tidak lahir dari satu pengalaman. Justru berbagai aktivitas yang ia jalani selama menjadi mahasiswa perlahan membentuk keberaniannya untuk tampil dan mengambil peluang.

Salah satunya melalui BSI Talent Squad. Gyshella menjadi bagian dari program tersebut sekaligus mendapatkan beasiswa. Di sana, ia memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan terlibat dalam berbagai aktivitas yang berhubungan dengan dunia kreatif dan komunikasi.

Pengalaman menjadi MC, host podcast, talent konten, hingga performer membuatnya semakin terbiasa tampil di hadapan publik. Berbagai seminar dan kegiatan kampus yang diikutinya pun menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan membangun relasi.

Dari pengalaman-pengalaman itulah keberanian Gyshella untuk mengikuti Putra Putri Bhagasasi 2026 semakin tumbuh. Ia kemudian mengambil kesempatan tersebut dan berhasil dipercaya menyandang gelar Putri Bhagasasi 2026.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa aktivitas mahasiswa di luar kelas dapat menjadi bagian dari proses membangun kompetensi dan karakter. Kemampuan berbicara, tampil percaya diri, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan banyak orang menjadi bekal yang terus terasah melalui pengalaman.

Kuliah, Kerja, Bisnis, dan Tanggung Jawab sebagai Putri Bhagasasi

Di balik statusnya sebagai Putri Bhagasasi 2026, kehidupan Gyshella tetap berjalan dengan sejumlah tanggung jawab lain. Ia menjalani perkuliahan Ilmu Komunikasi dengan kelas reguler malam, sekaligus bekerja secara WFH sebagai Admin Konsultan Pajak.

Tidak berhenti di sana, ia juga menjalankan usaha kecil Mom.Dy.Kitchen yang menjual risoles serta tetap aktif sebagai bagian dari BSI Talent Squad. Kini ia juga harus menjalankan tanggung jawab barunya sebagai Putri Bhagasasi 2026 di bawah naungan Yayasan Aspirasi Patriot Bangsa.

Membagi waktu di antara berbagai aktivitas tersebut tentu membutuhkan pengelolaan yang tidak sederhana. Bagi Gyshella, kuncinya bukan sekadar membuat jadwal, tetapi memahami prioritas dan bertanggung jawab terhadap setiap pilihan yang sudah diambil.

“Kuncinya adalah menentukan prioritas, mengatur jadwal, dan bertanggung jawab terhadap setiap pilihan yang sudah diambil. Dengan perencanaan dan komitmen yang baik, berbagai tanggung jawab bisa tetap berjalan seimbang,” jelasnya.

Kemampuan tersebut menjadi semakin penting setelah dirinya menyandang gelar Putri Bhagasasi. Mahkota bukan sekadar aksesori untuk satu malam, tetapi membawa tanggung jawab untuk terus belajar, menjaga sikap, dan memberikan kontribusi sesuai peran yang dijalankan.

Tidak Harus Menunggu Jadi Juara untuk Berkembang

Pengalaman Gyshella menjadi Putri Bhagasasi 2026 juga tidak terlepas dari perjalanan yang sempat mengajarkannya tentang arti kesempatan. Sebagai lulusan 2024, ia pernah belum berhasil lolos SNBP maupun SNBT di perguruan tinggi yang ditujunya. Ia kemudian memilih bekerja selama satu tahun sebelum melanjutkan pendidikan.

Pengalaman itu justru membuat Gyshella semakin menghargai kesempatan ketika akhirnya dapat melanjutkan kuliah. Di UBSI, ia memilih untuk tidak hanya datang ke kelas, tetapi juga mencoba berbagai aktivitas yang dapat mengembangkan kemampuan dirinya.

“Saya berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensi. Salah satunya melalui BSI Talent Squad, hingga akhirnya saya berani mengikuti Putra Putri Bhagasasi 2026 dan dipercaya menjadi Putri Bhagasasi 2026,” tuturnya.

Dari sana kisahnya berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar. Gelar Putri Bhagasasi 2026 menjadi pencapaian yang lahir dari keberanian untuk mencoba, bukan sekadar menunggu kesempatan datang.

Pesan Putri Bhagasasi 2026 untuk Mahasiswa

Sebagai mahasiswa yang kini membawa gelar Putri Bhagasasi 2026, Gyshella ingin mahasiswa lain tidak terlalu sibuk membandingkan pencapaiannya dengan orang lain.

Menurutnya masa kuliah justru merupakan waktu untuk mencoba berbagai hal. Tidak semua pengalaman harus berujung pada kemenangan, karena proses mencoba dan gagal pun tetap memberikan pembelajaran.

“Masa kuliah adalah kesempatan untuk mencoba banyak hal dan mengembangkan potensi. Kalau belum sempat berprestasi, bukan berarti sudah terlambat. Manfaatkan kesempatan di UBSI untuk belajar, mengikuti kegiatan, membangun relasi, dan mencoba hal baru,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi juara bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan kemauan untuk terus berkembang juga merupakan pencapaian yang layak dihargai.

“Tidak harus selalu menjadi juara, yang penting berani mencoba, terus belajar, dan terus berkembang,” lanjutnya.

Perjalanan Gyshella Amelia Firdaus menuju mahkota Putri Bhagasasi 2026 menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu dimulai dari panggung besar. Kadang, ia bermula dari keberanian mengambil mikrofon, mencoba menjadi MC, tampil dalam sebuah acara, ikut kegiatan kampus, atau sekadar berkata dalam hati, “Kenapa tidak saya coba?”

Baca juga: Di Balik Mahkota Puteri Indonesia, Ada Mimpi Kuliah yang Diam-Diam Diperjuangkan

Kini Gyshella bukan hanya membawa gelar sebagai Putri Bhagasasi 2026. Ia juga membawa cerita bahwa masa kuliah dapat menjadi ruang untuk menemukan keberanian, mengasah kemampuan, dan membuka pintu menuju kesempatan yang lebih besar.

Bagi kamu yang ingin menjadikan masa kuliah sebagai ruang untuk belajar sekaligus mengembangkan potensi melalui berbagai aktivitas, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif membuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk bergabung. Informasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) dapat diakses melalui https://pmbubsi.id atau https://bsi.ac.id.

Leave A Reply

Your email address will not be published.