Rektor UBSI Jelaskan Prospek Cerah Jurusan Hukum di Era Digital, Peluang Karier Tak Lagi Sekadar Jadi Pengacara

0 5

BSINews, Jakarta – Perkembangan teknologi digital, transformasi bisnis, hingga semakin kompleksnya berbagai persoalan hukum di masyarakat membuat kebutuhan akan lulusan hukum terus meningkat. Jika dulu banyak orang mengidentikkan jurusan hukum hanya dengan profesi pengacara atau hakim, kini peluang karier lulusan hukum jauh lebih luas dan menjanjikan di berbagai sektor.

Rektor Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Prof Dr Ir Mochamad Wahyudi mengatakan bahwa ilmu hukum merupakan salah satu bidang yang akan selalu dibutuhkan karena menjadi fondasi dalam menjaga ketertiban, keadilan, serta kepastian dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia usaha.

Baca juga: Kupas Tuntas Dunia Hukum Bisnis, Mahasiswa Dibekali Arah Akademik Sejak Dini

“Ketika teknologi berkembang pesat dan aktivitas ekonomi semakin kompleks, kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memahami aspek hukum justru semakin besar. Hampir semua sektor membutuhkan lulusan hukum untuk memastikan aktivitas yang dijalankan sesuai dengan regulasi dan prinsip keadilan,” ujar Prof Wahyudi, Selasa (23/6).

Jurusan Hukum Bentuk Kemampuan Berpikir Kritis

Menurut Prof. Wahyudi, masih banyak calon mahasiswa yang memiliki pemahaman sempit mengenai jurusan hukum. Padahal, ilmu hukum tidak hanya mempelajari peraturan perundang-undangan, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, analitis, dan argumentatif yang sangat dibutuhkan dalam berbagai profesi.

Jurusan hukum merupakan bidang ilmu yang mempelajari sistem hukum, aturan perundang-undangan, hak dan kewajiban warga negara, penyelesaian sengketa, hingga berbagai aspek hukum yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, pemerintahan, maupun dunia bisnis.

“Mahasiswa hukum tidak hanya belajar menghafal pasal. Mereka akan dilatih untuk menganalisis kasus, memahami permasalahan dari berbagai sudut pandang, menyusun argumentasi yang logis, serta mencari solusi yang sesuai dengan prinsip hukum dan keadilan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai tantangan dunia kerja modern yang membutuhkan profesional dengan kemampuan berpikir sistematis dan pengambilan keputusan berbasis analisis.

Salah satu keunggulan jurusan hukum adalah luasnya peluang karier yang tersedia bagi para lulusannya. Selain menjadi advokat, hakim, jaksa, atau notaris setelah memenuhi ketentuan profesi yang berlaku, lulusan hukum juga memiliki peluang besar berkarier di berbagai sektor lainnya.

Beberapa bidang pekerjaan yang banyak diminati lulusan hukum antara lain legal officer perusahaan, legal consultant, staf kepatuhan (compliance officer), mediator, analis kebijakan publik, aparatur sipil negara (ASN), staf hubungan industrial, auditor kepatuhan, hingga legal specialist di perusahaan teknologi dan startup digital.

Perkembangan ekonomi digital juga menghadirkan kebutuhan baru terhadap tenaga hukum yang memahami isu perlindungan data pribadi, transaksi elektronik, keamanan siber, hak kekayaan intelektual, hingga regulasi bisnis digital.

“Era digital melahirkan banyak tantangan hukum baru. Mulai dari perlindungan data, transaksi online, kontrak digital, hingga keamanan informasi. Karena itu, lulusan hukum yang mampu memahami perkembangan teknologi akan memiliki peluang karier yang sangat besar di masa depan,” kata Prof Wahyudi.

Selain peluang karier yang luas, mahasiswa hukum juga akan mengembangkan berbagai keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh dunia profesional. Di antaranya kemampuan berpikir kritis, negosiasi, komunikasi, analisis masalah, public speaking, penyusunan dokumen hukum, hingga kemampuan menyelesaikan konflik secara objektif.

Menurut Prof. Wahyudi, keterampilan tersebut menjadikan lulusan hukum tidak hanya relevan untuk profesi di bidang hukum, tetapi juga mampu beradaptasi di berbagai bidang pekerjaan lainnya.

“Lulusan hukum memiliki kemampuan membaca situasi secara komprehensif, memahami risiko, serta menyusun solusi yang terukur. Kompetensi seperti ini sangat dicari oleh perusahaan, lembaga pemerintah, maupun organisasi internasional,” ungkapnya.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI menghadirkan Program Studi Hukum yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memahami hukum secara teoritis sekaligus mampu menjawab kebutuhan dunia profesional modern. Kurikulum yang diterapkan juga disesuaikan dengan perkembangan hukum kontemporer dan kebutuhan industri saat ini.

Untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat, jurusan Hukum UBSI tersedia dalam pilihan kelas pagi dan sore di UBSI Kampus Margonda, UBSI Kampus Kramat, dan UBSI Kampus Kaliabang. Sementara itu, bagi calon mahasiswa yang membutuhkan fleksibilitas waktu lebih besar, Program Studi Hukum di UBSI Kampus Cikarang tersedia dalam pilihan kelas sore dan malam.

“Kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan hukum tanpa harus meninggalkan aktivitas utama mereka. Karena itu, tersedia berbagai pilihan jadwal kuliah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing calon mahasiswa,” tutur Prof Wahyudi.

Ia berharap kehadiran Program Studi Hukum UBSI dapat melahirkan generasi profesional yang tidak hanya memahami aturan hukum, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan keadilan, kepastian hukum, dan tata kelola yang lebih baik di masyarakat.

Baca juga: Jurusan Hukum Bisnis, Solusi Karier di Era Digital yang Butuh Ahli Hukum Teknologi

“Di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat, kebutuhan akan lulusan hukum justru semakin besar. Mereka akan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi, kepentingan bisnis, dan perlindungan hak-hak masyarakat,” tutupnya.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendalami ilmu hukum dan ingin mempersiapkan karier di berbagai sektor profesional, informasi lengkap mengenai Program Studi Hukum dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.

Leave A Reply

Your email address will not be published.