Mahasiswa Prodi Software Engineering (RPL) UBSI Raih HKI Lewat Platform Donasi Digital, Hadirkan Solusi Transparansi untuk Rumah Ibadah

0 4

BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak talenta digital yang mampu menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat. Kali ini, mahasiswa Program Studi Software Engineering (RPL), Fahri Anggara, berhasil meraih Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kategori Program Komputer melalui inovasi bertajuk Platform Donasi Terintegrasi Payment Gateway dan Monitoring Milestone Berbasis Website.

Hak cipta tersebut resmi diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia dengan Nomor Pencatatan 001338612 pada Kamis, 9 Juli 2026. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa hasil penelitian mahasiswa tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki nilai inovasi yang diakui dan dilindungi secara hukum.

Baca juga: Bukan Sekadar Teori, Mahasiswa Software Engineering (RPL) UBSI Bidik Sertifikasi Python PCAP: Bukti Kompetensi Global untuk Karir Gemilang

Platform tersebut dikembangkan sebagai luaran penelitian skripsi di bawah bimbingan Dr Ir Taufik Baidawi dengan Sifa Fauziah sebagai asisten pembimbing. Aplikasi ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan dalam pengelolaan donasi rumah ibadah, mulai dari pencatatan keuangan yang masih manual, proses verifikasi transaksi yang memakan waktu, hingga minimnya transparansi dalam pelaporan penggunaan dana.

Melalui integrasi payment gateway dan sistem pemantauan progres pembangunan (monitoring milestone), platform ini memungkinkan setiap transaksi donasi tercatat secara otomatis dan real-time. Donatur juga dapat memantau perkembangan pembangunan secara terbuka sehingga meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana.

Selain itu, sistem telah dilengkapi fitur pengiriman e-receipt secara otomatis ke alamat email donatur setelah transaksi berhasil dilakukan. Ke depan, platform ini juga dirancang untuk dapat dikembangkan melalui integrasi layanan WhatsApp sebagai media penyebaran informasi dan kampanye donasi secara lebih cepat dan efektif.

Fahri Anggara mengatakan bahwa teknologi seharusnya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol kemajuan.
“Teknologi bukan hanya tentang kemajuan, tetapi tentang bagaimana ia membawa manfaat bagi sesama. Saya berharap inovasi ini dapat membantu mewujudkan tata kelola donasi masjid yang lebih transparan, mudah diakses, dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” ujar Fahri dalam keterangan rilis yang diterima pada pada Kamis (16/7).

Ketua DKM Masjid Adh-Dhiya, Ali Fauzi, turut mengapresiasi implementasi sistem tersebut. Menurutnya, aplikasi yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi administrasi, khususnya dalam proses pencatatan dan verifikasi transaksi donasi.

“Kehadiran sistem ini memangkas beban kerja administratif kami secara signifikan, terutama dalam verifikasi transfer keuangan yang selama ini menyita waktu,” ungkap Ali dalam keterangan rilis yang diterima pada pada Kamis (16/7).

Kaprodi Software Engineering (RPL) UBSI, Dr Ir Taufik Baidawi menilai keberhasilan tersebut menjadi contoh bahwa penelitian mahasiswa dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Mahasiswa perlu didorong agar menghasilkan penelitian yang tidak berhenti sebagai syarat kelulusan, melainkan berkembang menjadi inovasi yang memiliki manfaat nyata dan memperoleh pengakuan dalam bentuk Hak Kekayaan Intelektual. Capaian Fahri membuktikan bahwa mahasiswa Software Engineering (RPL) UBSI mampu mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan sosial sehingga menghasilkan karya yang bermanfaat sekaligus terlindungi secara hukum,” jelas Taufik dalam keterangan rilis yang diterima pada pada Kamis (16/7).

Ia menambahkan bahwa kompetensi di bidang pembayaran digital, otomatisasi sistem, dan pengelolaan data menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki lulusan Software Engineering (RPL) dalam menghadapi era transformasi digital. Menurutnya, platform tersebut juga memiliki peluang untuk diterapkan di berbagai lembaga filantropi, organisasi sosial, maupun rumah ibadah lainnya.

Senada dengan itu, Sifa Fauziah mengapresiasi semangat mahasiswa dalam mengembangkan hasil penelitian hingga memperoleh pengakuan HKI.

“Saya sangat mengapresiasi semangat Fahri dalam mengembangkan aplikasi ini hingga berhasil memperoleh HKI. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghasilkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki nilai kebaruan yang layak mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa Software Engineering (RPL) lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan hasil penelitiannya menjadi produk yang bermanfaat,” tutur Sifa dalam keterangan rilis yang diterima pada pada Kamis (16/7).

Baca juga: Bukan Sekadar Mahasiswa Biasa! Prodi Software Engineering (RPL) UBSI Kramat Buktikan Jago Bikin Game di Pameran Spektakuler!

Keberhasilan ini semakin memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif. Melalui dukungan terhadap penelitian terapan dan pengembangan produk digital, UBSI terus mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan nyata di masyarakat.

Bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang rekayasa perangkat lunak, kecerdasan buatan, pengembangan aplikasi, hingga inovasi digital yang berdampak, UBSI membuka kesempatan melalui program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Informasi lengkap mengenai pendaftaran dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.

Leave A Reply

Your email address will not be published.