BSINews, Jakarta – Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMAIF) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Seminar Flutter Experience di UBSI kampus Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (1/8). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan wawasan mengenai teknologi pengembangan aplikasi mobile sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri digital.
Ketua Pelaksana Seminar Flutter Experience, Radithya Refian, menyampaikan pentingnya mahasiswa mengenal teknologi Flutter sejak awal perkuliahan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan keunggulan kompetitif sebelum mahasiswa memasuki mata kuliah tingkat atas maupun dunia kerja.
“Dengan adanya seminar ini, saya berharap mahasiswa tidak menunggu sampai mata kuliah dimulai. Mulai belajar lebih awal akan memberi mereka bekal dan keunggulan ketika memasuki dunia perkuliahan maupun dunia kerja,” ujar Radithya.
Baca juga: HIMAMA Care for Hope, HIMAMA DPC Slipi Tebar Kebahagiaan bagi Pejuang Cilik di Rumah Singgah Kanker
Kegiatan yang diikuti 75 peserta dari kalangan mahasiswa UBSI hingga siswa SMA ini menghadirkan praktisi mobile development, Andrea Surya Habibie, S.T. Sebagai Mobile Developer di PT Pixel Nine Indonesia sekaligus instruktur PPKD Jakarta Pusat, Andrea membagikan pengalamannya dalam menggarap berbagai proyek aplikasi.
Dalam pemaparannya, Andrea menekankan bahwa kebutuhan aplikasi digital kini merambah hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, Flutter menjadi salah satu kerangka kerja (framework) favorit di industri karena mampu membangun aplikasi Android, iOS, web, dan desktop dalam satu basis kode.
“Flutter bukan hanya mempermudah proses pengembangan aplikasi, tetapi juga menjadi salah satu kemampuan yang banyak dicari industri karena mampu menghasilkan aplikasi lintas platform dengan lebih efisien,” jelas Andrea.
Selain mengulas Flutter, seminar ini juga memperagakan demonstrasi live coding pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengubah desain antarmuka menjadi kode program secara cepat. Meski demikian, Andrea mengingatkan bahwa AI bersifat sebagai penunjang, sedangkan logika pemrograman dan analisis kebutuhan pengguna tetap bergantung pada pengembang manusia.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, HIMAIF UBSI berharap peserta terdorong untuk membangun portofolio pemrograman serta mengasah keterampilan pendukung sejak dini. Pembekalan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan agar lebih siap menjawab tantangan industri teknologi di masa depan.