Ketika Masa Depan Anak Diperbincangkan Orang Tua di Aula Kampus, Bukan Cuma di Meja Makan
BSINews, Tangerang Selatan – Ada satu momen krusial dalam hidup orang tua, yaitu ketika anak lulus SMA, ngaku pengen kuliah, dan kita—sebagai orang tua atau wali—mendadak harus jadi ahli pendidikan, HRD, hingga psikolog dalam waktu yang bersamaan. Pertanyaan “Mau kuliah di mana?” bukan cuma soal lokasi, tapi juga soal harapan, rasa cemas, dan secuil doa yang diam-diam kita bisikkan tiap malam.
Baca juga: Bincang Seru di UBSI Fatmawati! Orang Tua Diajak Pahami Dunia Digital Kampus Anak
Nah, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus BSD, tampaknya paham betul dengan dilema itu. Maka, pada Sabtu, 5 Juli 2025 nanti, mereka bikin acara Bincang Kampus bersama Orang Tua alias BKOT. Bukan untuk menjawab semua keraguan hidup, tentu saja. Tapi setidaknya, jadi ruang aman buat para orang tua bertanya: “Kampus ini bakal ngapain aja sama anak saya selama 4 tahun ke depan?”
Tema acara tahun ini lumayan serius, yaitu“Sinergi Kampus dengan Orang Tua dalam Menyiapkan Alumni Bertalenta Digital.” Sekilas kayak tema seminar teknologi. Tapi di balik kalimat panjang itu, ada satu maksud mulia, di mana kampus ngajak orang tua buat nggak cuma jadi pengantar formulir pendaftaran, tapi jadi bagian dari perjalanan anak-anak mereka—mulai dari orientasi sampai (mudah-mudahan) wisuda.
Dan acara ini bukan acara formal yang kaku kayak rapat RT. Ada Kepala Kampus UBSI Kampus BSD Mahmud Safudin yang bakal kasih sambutan, Kaprodi yang bakal jelasin sistem pembelajaran, Koordinator Kemahasiswaan yang bakal cerita soal aktivitas non-akademik, dan alumni yang bakal bikin kita semua lega dengan kalimat sakral: “Saya dulu juga bingung, tapi sekarang kerja di…”
Yang paling menarik dari BKOT ini adalah semangatnya, kolaborasi. UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif sadar, anak-anak nggak bisa dibentuk cuma dari ruang kelas. Mereka perlu dukungan emosional, moral, bahkan spiritual dari rumah. Dan itu nggak bakal terjadi kalau orang tua dan kampus kayak mantan yang saling cuek.
Melalui forum ini, orang tua diajak kenalan sama sistem pembelajaran digital yang dipakai UBSI, program pembinaan karakter, fasilitas kampus, sampai layanan-layanan pendukung yang mungkin nggak kelihatan dari brosur pendaftaran. Di sinilah kepercayaan mulai tumbuh. Karena rasa percaya nggak dibentuk dari iklan, tapi dari percakapan yang jujur dan hangat.
BKOT ini bukan sekadar kegiatan “satu hari selesai.” Ini adalah titik awal. UBSI nggak cuma pengin jadi kampus yang ngasih gelar sarjana, tapi juga rumah kedua buat mahasiswa belajar jadi manusia. Dan seperti rumah yang baik, kampus ini pengin ngobrol rutin sama “keluarga kandung” si anak, bukan cuma pas ada masalah.
Karena pada akhirnya, pendidikan itu bukan cuma urusan dosen dan mahasiswa. Tapi urusan kita semua—yang percaya bahwa anak-anak ini, suatu hari nanti, bakal jadi wajah masa depan yang kita percayakan negeri ini padanya.
Baca juga: UBSI Kampus Jatiwaringin Gelar BKOT, Libatkan Orang Tua dalam Merancang Masa Depan Anak
Dan mungkin, semua itu bisa dimulai dari satu hal sederhana, saling kenal dan saling percaya, sambil duduk bareng di aula kampus, minum teh hangat, dan menyimak masa depan yang sedang disiapkan.(ACH)