Dari Warung ke Word, UMKM Bojong Gede Belajar Merangkai Surat Pakai Mail Merge

0 165

BSINews, Bogor – Pagi itu, di Kantor Kecamatan Bojong Gede, udara Bogor masih sejuk meski sudah mulai bersaing dengan aroma gorengan dari stan bazar UMKM yang berjajar di halaman. Tapi bukan cuma perut yang dimanjakan hari itu—pikiran pun turut diajak jalan-jalan ke ranah digital.

Soalnya, ada yang beda di Sabtu, 24 Mei 2025 kemarin. Para pengurus Forum Usaha Mikro Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah (UMKM/IKM) Desa Rawa Panjang duduk manis, bukan untuk demo produk, melainkan untuk belajar mail merge.

Baca juga: Dosen Universitas BSI Berikan Pelatihan Mail Merge Kader Kelurahan Gudang Bogor

Yes, mail merge. Fitur di Microsoft Word yang sering dianggap ‘sakti’ tapi jarang banget disentuh pelaku UMKM. Bukan karena malas, tapi karena banyak yang belum tahu kalau dengan sedikit klik dan drag, surat-surat bisnis bisa diketik otomatis tanpa bikin tangan pegal tujuh keliling.

Pelatihan ini diinisiasi oleh Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Dalam rangka memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen dan mahasiswa UBSI turun langsung, bukan cuma sebagai tutor, tapi juga sebagai jembatan teknologi bagi para pelaku usaha lokal yang sering kali hanya punya satu laptop tua untuk urusan administrasi, dan lebih akrab dengan WhatsApp daripada Word.

Materi yang dibawakan, yaitu pelatihan pembuatan surat menggunakan Mail Merge. Nampaknya sederhana. Tapi bagi sebagian besar peserta, ini ibarat belajar sihir baru. Mereka dikenalkan cara menggabungkan data Excel dengan dokumen Word untuk bikin surat undangan, tagihan, atau surat keterangan tanpa harus ngetik satu-satu. Efisien, hemat waktu, dan elegan.

“Dengan adanya penyampaian materi ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat menerapkan materi yang telah disampaikan untuk kebutuhan dalam kegiatan pelaksanaan UMKM,” ujar Hendro Priyono dalam keterangan tertulis.

Dan para peserta pun menyambutnya dengan antusiasme yang bisa bikin iri mahasiswa yang kuliah jam tujuh pagi. Ada yang langsung praktek, ada yang sibuk nanya ke panitia sambil nyengir malu-malu, dan ada juga yang bawa catatan lengkap seperti mau ujian CPNS.

Yang lebih hangat dari pelatihan hari itu adalah semangat para ibu-ibu dan bapak-bapak UMKM yang tak malu untuk belajar. Meski usia tak lagi muda, mereka tetap haus ilmu. “Dulu bikin surat tagihan masih ngetik satu-satu,” celetuk seorang ibu sambil tertawa. “Sekarang bisa tinggal klik, keluar semua. Ya Allah, baru tahu!”

Dan pelatihan ini nggak cuma soal teori dan praktik. Di halaman kantor kecamatan, produk-produk UMKM juga dipamerkan. Dari keripik pisang sampai kue basah, dari sabun herbal sampai kopi kemasan. Sambil belajar, sambil jajan—sebuah ekosistem belajar yang menyenangkan dan, tentu saja, mengenyangkan.

Acara ini membuktikan satu hal penting, bahwa literasi digital tidak eksklusif milik generasi muda atau para startup founder. Para pelaku UMKM di desa pun berhak dan bisa ikut bertransformasi, asalkan diberi kesempatan dan pendampingan.

Baca juga: Pelatihan Dan Pemanfaatan Fitur Mail Merge Bagi Pengurus dan Staff Pengajar SPS Mawar Indah Jakarta Pusat

Karena ternyata, langkah pertama menuju transformasi digital bukan soal ganti perangkat mahal, tapi soal keinginan untuk belajar. Dan hari itu, di Bojong Gede, semangat belajar itu terasa kental—dari warung ke Word, dari gorengan ke Google Sheet, dari kantong plastik ke konten pemasaran.

Dan mungkin inilah pengabdian yang paling membumi: mengajarkan teknologi dengan cara yang ramah dan membiarkan masyarakat menyentuh masa depan, dimulai dari satu klik sederhana, Insert Merge Field.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.