Mahasiswa UBSI Kampus Pemuda Edukasi Pencegahan Scabies melalui Implementasi Mata Kuliah CSR
BSINews, Jakarta — Sebagai bentuk implementasi mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR), mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan bertajuk “Pendekatan Kesehatan dalam Pencegahan Penularan Scabies” pada Minggu (28/6). Di Sekolah Sosial Bingkai Jalanan, Jalan Kramat Bunder RT 14 RW 01, Jakarta Pusat.
Mahasiswa UBSI Kampus Pemuda Edukasi Pencegahan Scabies melalui Implementasi Mata Kuliah CSR
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit scabies atau penyakit kulit menular yang masih banyak ditemukan di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi scabies di Indonesia mencapai 2,9 persen dari total penduduk dan meningkat menjadi 5–10 persen pada kelompok anak-anak. Risiko penularan di lingkungan Sekolah Sosial Bingkai Jalanan dinilai lebih tinggi karena penggunaan fasilitas bersama, keterbatasan akses air bersih, serta minimnya pemahaman mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.
Ketua panitia kegiatan, Bima Purwandana, mengatakan bahwa edukasi kesehatan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai bahaya dan pencegahan penyakit scabies.
“Scabies bukan penyakit sepele. Kami ingin berbagi cara sederhana mencegahnya, agar anak-anak di sini bisa tumbuh sehat dan ceria,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Minggu (28/6).
Baca Juga : Dosen Hukum Bisnis UBSI Edukasi Guru dan Orang Tua PAUD tentang Pencegahan Bullying Sejak Dini
Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.
“Mencegah scabies bukan hanya soal memberi obat, tetapi mengubah kebiasaan. Dengan edukasi yang tepat, kami optimis anak-anak di Sekolah Bingkai Jalanan dapat belajar dengan lebih nyaman, aman, dan sehat,” tambahnya.
Kegiatan yang dikemas secara interaktif ini menghadirkan berbagai materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, larangan berbagi barang pribadi, cara mengenali gejala awal scabies, serta pembentukan kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga diajak berdiskusi dan mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang membuat materi lebih mudah dipahami.
Dosen pengampu mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR), Deby Puspitaningrum, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh bekal praktis terkait implementasi perancangan program CSR yang sesuai dengan segmentasi dan target masyarakat yang dituju,” jelasnya.
Baca Juga : Pencegahan Bullying Jadi Fokus Sosialisasi Mahasiswa UBSI Kampus Bogor di SMK Bina Informatika
Hasil evaluasi kegiatan melalui tes pemahaman sebelum dan sesudah pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 8 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap peserta tidak hanya mampu melindungi diri dari risiko penularan scabies, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi dengan menyebarkan informasi yang benar kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan berbagai program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kemampuan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. (Safika)