UBSI Dorong Pemanfaatan Artificial Intelligence di Dunia Manajemen Melalui Pengabdian Masyarakat di Perguruan Silat Walet Puti
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus memperkuat perannya dalam mendukung perkembangan pengetahuan dan teknologi di masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu (11/10) oleh Program Studi Manajemen dengan tema “Penyuluhan Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Bidang Manajemen pada Perguruan Pencak Silat Walet Puti Cinere Depok.”
UBSI Dorong Pemanfaatan Artificial Intelligence di Dunia Manajemen
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Perguruan Silat Walet Puti, Cinere, Depok, ini menghadirkan tim dosen UBSI yaitu Taat Kuspriyono, Dr.Hendra Kurniawan, dan Rizkiana Karmelia Shaura, serta melibatkan mahasiswa Frida Azani dan Zaycha Rusli Sentosa sebagai bagian dari tim pelaksana. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan wawasan dan pelatihan tentang penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang manajemen organisasi, mulai dari efisiensi pengelolaan administrasi, strategi promosi, hingga manajemen anggota perguruan.
Dalam pemaparannya, Dr.Hendra Kurniawan menjelaskan bahwa pemanfaatan AI kini menjadi kebutuhan penting di berbagai sektor, termasuk organisasi seni dan olahraga tradisional seperti pencak silat. Ia menegaskan bahwa dengan bantuan teknologi, proses pengelolaan data, evaluasi kinerja, hingga kegiatan promosi dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Sementara itu, Taat Kuspriyono menekankan pentingnya sinergi antara tradisi dan inovasi. Menurutnya, perguruan silat merupakan warisan budaya yang perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Melalui penerapan AI sederhana seperti chatbot layanan informasi atau sistem database digital, perguruan dapat menjadi lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur pencak silat,” ungkapnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Rabu (15/10).
Rizkiana Karmelia Shaura menambahkan bahwa penyuluhan ini juga bertujuan membangun kesadaran digital di kalangan pelatih dan siswa. Ia menjelaskan bahwa pengenalan konsep AI tidak hanya sebatas teknologi, tetapi juga pemanfaatannya untuk menunjang manajemen kegiatan serta memperluas jangkauan perguruan melalui media digital.
Baca juga : Mahasiswa Baru UBSI Kampus Fatmawati Tanamkan Nilai Kepedulian Lewat Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Peserta tampak antusias mengikuti sesi penyuluhan, terutama saat simulasi penerapan AI dilakukan secara langsung. Mereka belajar menggunakan aplikasi manajemen berbasis AI serta alat promosi digital yang mampu menganalisis jangkauan audiens. Antusiasme peserta mencerminkan ketertarikan terhadap inovasi yang dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan organisasi seni bela diri.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Penerapan teknologi seperti Artificial Intelligence diharapkan mampu membuka peluang baru dalam pengelolaan organisasi berbasis kearifan lokal agar tetap relevan dan berdaya saing di era digital. (Alisa)