Inovasi MEDILOG Mahasiswa UBSI dengan Teknologi Early Warning System Raih Medali Perunggu di Pekan Inovasi Nasional 2026
BSINews, Solo — Karya inovasi mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Solo yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif berhasil meraih Medali Perunggu dalam ajang Pekan Inovasi Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana Jakarta. Inovasi tersebut dipresentasikan pada Senin (27/7) secara daring dan diumumkan meraih penghargaan pada Rabu (29/7).
Karya bertajuk MEDILOG (Sistem Informasi Manajemen Stok Obat Berbasis Web) ini menghadirkan solusi digital untuk membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan logistik farmasi. Muhammad Farhan, Muhammad Faisal Rizqi, dan Radyandra Prasya, di bawah bimbingan Maria Atik Sunarti Ekowati, mengembangkan MEDILOG sebagai sistem yang dirancang untuk membantu fasilitas kesehatan dalam mengelola persediaan obat secara lebih terstruktur, cepat, dan akurat.
MEDILOG Hadir dengan Teknologi Early Warning System
Pengembangan MEDILOG berawal dari melihat pentingnya pengelolaan stok obat yang membutuhkan ketelitian tinggi. Kesalahan dalam pencatatan maupun keterlambatan mengetahui kondisi stok dapat berdampak pada proses pelayanan kesehatan. Melalui inovasi ini, mahasiswa UBSI menghadirkan sistem berbasis web yang mampu memberikan informasi kondisi persediaan secara lebih mudah dan mendukung pengambilan keputusan.
Salah satu fitur unggulan dalam MEDILOG adalah penerapan Early Warning System (EWS) yang berfungsi memberikan peringatan dini ketika stok obat mulai menipis atau mendekati masa kedaluwarsa. Dengan fitur tersebut, tenaga farmasi dapat melakukan tindakan antisipasi lebih cepat untuk menjaga ketersediaan obat dan mengurangi risiko kerugian akibat obat yang tidak terpantau.
Selain sistem peringatan dini, MEDILOG juga menyediakan berbagai fitur pendukung seperti pemantauan stok secara real-time, pencatatan transaksi pengadaan, serta pembuatan laporan otomatis. Sistem ini dikembangkan menggunakan metode Waterfall melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan agar menghasilkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Muhammad Farhan menjelaskan bahwa proses pengembangan MEDILOG menjadi pengalaman berharga bagi timnya dalam menggabungkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan permasalahan nyata di lapangan.
“Ide MEDILOG muncul dari kebutuhan akan sistem pengelolaan stok obat yang lebih efektif. Kami ingin menghadirkan solusi yang dapat membantu tenaga farmasi mengetahui kondisi persediaan dengan lebih cepat, terutama ketika stok mulai menipis atau mendekati masa kedaluwarsa. Melalui ajang Pekan Inovasi Nasional ini, kami mendapatkan pengalaman baru dalam mengembangkan dan mempresentasikan inovasi yang kami buat,” ujar Farhan dalam rilis yang diterima, Selasa (4/8).
Baca juga : Dukung Smart City, Teman BST Karya Mahasiswa UBSI Raih Medali Perunggu Pada Pekan Inovasi Nasional 2026
Ia juga berharap inovasi yang dikembangkan bersama timnya dapat terus dikembangkan agar memiliki manfaat yang lebih luas bagi sektor kesehatan.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan menciptakan inovasi berbasis teknologi yang dapat memberikan dampak positif. Kami berharap MEDILOG tidak hanya menjadi sebuah karya perlombaan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan sistem digital di bidang kesehatan,” tambahnya.
Prestasi MEDILOG menjadi bukti bahwa mahasiswa UBSI Kampus Solo mampu menghasilkan karya inovatif yang mengangkat permasalahan nyata menjadi solusi berbasis teknologi. Melalui berbagai program pengembangan inovasi, UBSI terus mendorong mahasiswa untuk berani berkarya, berpikir kreatif, dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan transformasi digital.