BSI Entrepreneur Center Perkuat Mental Job Creator Lewat Entrepreneur Fair UBSI Kampus Slipi 2026
BSINews, Jakarta – Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha. Berangkat dari kebutuhan tersebut, BSI Entrepreneur Center (BEC) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus mendorong lahirnya mahasiswa berjiwa entrepreneur melalui berbagai program pembinaan, salah satunya Entrepreneur Fair 2026 yang digelar di UBSI kampus Slipi pada Rabu–Kamis (17–18/6).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Entrepreneurship yang dirancang untuk mempertemukan pembelajaran di kelas dengan praktik langsung di lapangan. Melalui Entrepreneur Fair, mahasiswa diberi ruang untuk menguji ide bisnis, mengenalkan produknya kepada masyarakat, sekaligus merasakan tantangan menjalankan usaha secara nyata.
BEC Bangun Ekosistem Wirausaha di Lingkungan Kampus
Sebanyak 21 tenant mahasiswa ambil bagian setiap harinya dengan menghadirkan beragam produk dan layanan hasil inovasi mereka. Tidak hanya menjual produk, para peserta juga belajar menyusun strategi pemasaran, membangun komunikasi dengan pelanggan, hingga memahami kebutuhan pasar sebagai bekal mengembangkan usaha.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh tenant mendapatkan pendampingan sekaligus penilaian dari tim BSI Entrepreneur Center. Aspek yang dinilai meliputi inovasi produk, pengelolaan usaha, strategi pemasaran, kemampuan komunikasi, hingga potensi bisnis untuk berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
Baca juga: Kecerdasan Artifisial VS Kecerdasan Orisinal : Siapa yang Akan Menang di Era Digital?
Kepala BSI Entrepreneur Center, Mugi Raharjo, mengatakan bahwa Entrepreneur Fair merupakan bagian dari upaya kampus membangun budaya kewirausahaan yang kuat di kalangan mahasiswa.
“Dengan adanya event yang memiliki tagline #JadiPengusahaSebelumWisuda, para mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman dalam mengelola bisnis atau usaha. Harapannya, mahasiswa dan lulusan UBSI kampus Slipi dapat memiliki bekal kewirausahaan yang kuat ketika memasuki dunia kerja maupun saat membangun usaha sendiri,” ujarnya dalam rilis yang diterima di Jakarta pada Senin (22/6).
Baca juga: Mahasiswa UBSI Hibahkan Aplikasi Sistem Informasi ke Balai Teknologi Air Minum
Menurut Mugi, pengalaman praktik menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami dinamika dunia usaha sejak dini. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keberanian mengambil keputusan, menghadapi tantangan pasar, dan mengembangkan solusi bisnis yang inovatif.
Menyiapkan Lulusan yang Siap Menciptakan Peluang
Melalui berbagai program yang dijalankan BSI Entrepreneur Center, mahasiswa didorong untuk membangun pola pikir sebagai job creator, bukan sekadar job seeker. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi akademik dengan pengalaman praktik agar lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, terus menghadirkan ekosistem yang mendukung lahirnya wirausaha muda melalui pembelajaran berbasis proyek, pendampingan bisnis, hingga ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide usahanya. Entrepreneur Fair menjadi salah satu wujud komitmen tersebut dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital.
Baca juga: HIMAMA Care for Hope, HIMAMA DPC Slipi Tebar Kebahagiaan bagi Pejuang Cilik di Rumah Singgah Kanker
Dengan pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha sejak masih kuliah, sehingga setelah lulus mereka memiliki lebih banyak pilihan karier, baik sebagai profesional maupun sebagai pelaku usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan.(Siti Hafizah)