Hadapi Perubahan Industri Digital, FTI UBSI Review Kurikulum 2027–2031

0 46

BSINews, Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi digital terus mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Perubahan ini menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya memperbarui materi perkuliahan, tetapi juga memastikan lulusannya memiliki keterampilan yang sesuai dengan tantangan industri. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Review Draft Kurikulum 2027–2031 di Kampus UBSI Kampus Kramat 98, Jakarta, Rabu (28/10).

Baca juga: UBSI Review Kurikulum Program Studi Manajemen, Perkuat Kesiapan Lulusan Hadapi Dunia Kerja

Review Kurikulum 2027–2031

Mengusung tema “Penguatan dan Penyelarasan Kurikulum Program Studi Berbasis Kebutuhan Industri, Perkembangan Teknologi, dan Outcome-Based Education (OBE)”, kegiatan ini menjadi forum evaluasi untuk menghimpun masukan terhadap rancangan kurikulum di lingkungan FTI UBSI yang menaungi 40 program studi. Pelaksanaannya berlangsung secara hybrid dengan melibatkan para pemangku kepentingan akademik.

Forum tersebut menghadirkan Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara selaku Asesor LAM Infokom sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Universitas Gunadarma, sebagai narasumber.

Dekan FTI UBSI, Rachmat Adi Purnama, menjelaskan bahwa review ini bertujuan memperoleh masukan dan saran sebagai bahan evaluasi serta penyempurnaan rancangan kurikulum. Menurutnya, penyusunan kurikulum perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku, kebutuhan mahasiswa, perkembangan industri, serta harapan para pemangku kepentingan.

“Pentingnya sinkronisasi mata kuliah dari semester pertama hingga semester delapan. Urutan pembelajaran perlu dirancang secara berkesinambungan agar setiap mata kuliah mendukung tahapan kompetensi dan profil lulusan yang telah ditetapkan,” ujar Rachmat dalam keterangan rilis yang diterima pada Jumat (30/10).

Dalam pemaparannya, Prof. Benny mengajak peserta mencermati perubahan lanskap profesi digital yang semakin dipengaruhi oleh AI, analisis data, keamanan siber, komputasi awan (cloud computing), dan transformasi digital. Perkembangan tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan materi pembelajaran dan kompetensi yang dipersiapkan bagi mahasiswa.

Salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah mempertimbangkan penguatan keterampilan AI Prompt Engineering di berbagai program studi. Kompetensi ini dapat diperkenalkan melalui pembelajaran, lokakarya, maupun seminar agar mahasiswa memiliki pemahaman lebih baik dalam memanfaatkan AI untuk mendukung pekerjaan dan penyelesaian masalah.

Prof. Benny juga menyoroti sejumlah profesi yang berkembang di industri digital, seperti AI and Machine Learning Engineer, Cybersecurity Analyst, Data Scientist, Cloud Solutions Architect, dan AI Agent Developer. Ragam profesi tersebut menjadi gambaran bidang kompetensi yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum.

Namun, kesiapan lulusan tidak cukup hanya bertumpu pada penguasaan teknologi. Penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), pembelajaran berbasis proyek, penguatan portofolio, serta penilaian kompetensi dengan indikator terukur juga menjadi perhatian. Kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan keterampilan berpikir analitis, kreativitas, etika penggunaan AI, dan kemauan untuk terus belajar.

Aspek evaluasi pembelajaran turut menjadi pembahasan penting. Prof. Benny menekankan bahwa pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kurikulum yang telah disusun harus diikuti implementasi pembelajaran dan evaluasi yang konsisten. Karena itu, dosen perlu mengukur Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) secara objektif berdasarkan indikator dan kriteria yang jelas.

Pembahasan juga mencakup perlunya memperjelas integrasi AI dalam struktur kurikulum, kesesuaian urutan mata kuliah, pemetaan kompetensi, serta keterkaitan materi pembelajaran dengan profil lulusan. Dengan demikian, pengembangan keterampilan digital tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam rancangan pembelajaran yang terarah.

Baca juga: Program Studi Akuntansi UBSI Review Kurikulum, Perkuat Kompetensi Lulusan yang Adaptif terhadap Dunia Kerja

Melalui Review Draft Kurikulum 2027–2031, FTI UBSI menghimpun berbagai rekomendasi untuk ditinjau dan ditindaklanjuti dalam proses penyempurnaan kurikulum. Masukan tersebut diharapkan membantu program studi merancang pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menjaga kualitas pendidikan di bidang teknik dan informatika. Sebab, tantangan pendidikan tinggi saat ini bukan sekadar menghasilkan lulusan yang menguasai teknologi, melainkan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami perubahan, beradaptasi, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Leave A Reply

Your email address will not be published.