Audit Mutu Internal Unit Kegiatan UBSI Dorong Penguatan Tata Kelola Organisasi Mahasiswa
BSINews, Jakarta — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) pada Unit Kegiatan, Jumat (31/7), sebagai bagian dari upaya memastikan penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berjalan secara konsisten di lingkungan universitas. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi untuk memperkuat tata kelola, pelaksanaan program kerja, serta peningkatan kualitas layanan dan kegiatan yang berkaitan dengan organisasi mahasiswa.
Audit menghadirkan Ketua Tim Kegiatan, Adhi Dharma Suriyanto, sebagai auditee, sementara proses evaluasi dilaksanakan oleh Ela Nurelasari sebagai auditor. Dalam pelaksanaannya, audit dilakukan melalui penelaahan dokumen pendukung, konfirmasi pelaksanaan program kerja, serta diskusi mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan pemenuhan standar mutu.
Unit Kegiatan UBSI Jalani Audit Mutu Internal untuk Tingkatkan Tata Kelola Organisasi
Pelaksanaan AMI bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara program kerja dan pelaksanaannya, termasuk aspek tata kelola dan administrasi Unit Kegiatan. Melalui proses ini, unit diharapkan dapat mengidentifikasi capaian yang telah diraih sekaligus menemukan peluang perbaikan untuk meningkatkan efektivitas kinerja secara berkelanjutan.
Selama proses audit, auditor melakukan verifikasi terhadap dokumen dan bukti pendukung yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan. Diskusi antara auditor dan auditee berlangsung secara terbuka dan konstruktif untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan program kerja serta berbagai aspek yang masih perlu diperkuat.
Adhi Dharma Suriyanto mengatakan, Audit Mutu Internal menjadi momentum penting bagi Unit Kegiatan untuk melakukan evaluasi terhadap program dan aktivitas yang telah dijalankan.
“Audit Mutu Internal menjadi sarana evaluasi bagi kami untuk memastikan setiap program dan kegiatan telah berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hasil dari audit ini juga menjadi bahan penting untuk melihat aspek yang perlu diperbaiki dan menjadi dasar dalam menyusun langkah peningkatan ke depan,” ujar Adhi.
Menurutnya, evaluasi melalui AMI tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi dan dokumen, tetapi juga memberikan kesempatan bagi unit untuk meninjau efektivitas pelaksanaan program kerja serta memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Ela Nurelasari menegaskan bahwa pelaksanaan Audit Mutu Internal bukan sekadar proses pemeriksaan terhadap pemenuhan dokumen dan standar.
Baca juga : BPMA UBSI Gelar Audit Mutu Internal LPPM, Perkuat Kualitas Penelitian
“AMI merupakan bagian dari proses evaluasi dan pembinaan. Melalui audit ini, setiap unit dapat melihat capaian yang telah diperoleh sekaligus mengidentifikasi peluang perbaikan. Harapannya, rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan,” jelas Ela.
Ia menambahkan, tindak lanjut hasil audit menjadi bagian penting dalam penerapan budaya mutu. Setiap masukan dan rekomendasi yang diperoleh diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam langkah perbaikan yang terukur sesuai dengan kebutuhan unit.
Melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal secara rutin, UBSI terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu di seluruh unit kerja. Hasil evaluasi yang diperoleh diharapkan dapat mendukung terwujudnya tata kelola institusi yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi seluruh sivitas akademika.