IT Bootcamp UBSI Bekali Mahasiswa Kuasai AI-Assisted Coding untuk Hadapi Kebutuhan Industri Digital

0 3

BSINews, Jakarta — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan besar dalam dunia pengembangan perangkat lunak. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai kemampuan pemrograman, tetapi juga memahami cara memanfaatkan teknologi AI secara tepat dan bertanggung jawab. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Teknik Industri, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, menyelenggarakan Workshop IT Bootcamp Software Development for Industry secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (5/6).

IT Bootcamp UBSI Bekali Mahasiswa Kuasai AI-Assisted Coding untuk Hadapi Kebutuhan Industri Digital

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi di bidang pengembangan perangkat lunak yang relevan dengan kebutuhan industri digital. Workshop menghadirkan Daniel Christianto dari PT Systeric Teknologi Indonesia sebagai narasumber yang membawakan materi bertajuk “AI-Assisted Coding Fundamentals & Best Practices”.

Dalam pemaparannya, Daniel menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara pengembang perangkat lunak dalam merancang dan membangun aplikasi. Kemampuan memanfaatkan AI dalam proses coding menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh industri, terutama dalam menghadapi tuntutan pengembangan solusi digital yang cepat dan efisien.

Peserta diperkenalkan pada konsep AI sebagai mitra dalam pengembangan perangkat lunak, bukan sebagai pengganti kemampuan seorang programmer. Narasumber menjelaskan alur kerja pengembangan berbantuan AI yang meliputi proses perencanaan, penyusunan prompt, peninjauan hasil, iterasi, hingga integrasi kode ke dalam proyek perangkat lunak.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mempercepat proses pengembangan tanpa mengabaikan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Pemanfaatan teknologi secara tepat diharapkan dapat membantu pengembang menghasilkan solusi yang lebih cepat, efisien, dan tetap berkualitas.

Selain membahas alur kerja pengembangan perangkat lunak, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai teknik menyusun prompt yang efektif agar AI mampu menghasilkan kode sesuai kebutuhan. Berbagai contoh penerapan AI dalam membangun komponen antarmuka web, strategi penggunaan Cursor IDE, serta pola prompting yang tepat turut diperkenalkan sebagai bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan proyek perangkat lunak secara mandiri.

Dalam pemaparannya, Daniel menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara pengembang perangkat lunak dalam menjalankan proses kerja. Kemampuan memanfaatkan AI dalam proses coding kini menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh industri.

Menurut Daniel, kehadiran AI seharusnya dimanfaatkan sebagai mitra dalam proses pengembangan perangkat lunak, bukan sebagai pengganti kemampuan seorang programmer.

“AI bukanlah pengganti programmer. AI sebaiknya digunakan sebagai partner untuk membantu mempercepat proses pengembangan, tetapi seorang developer tetap harus memahami kode yang dihasilkan, mampu mengevaluasi hasilnya, serta bertanggung jawab terhadap kualitas dan keamanan aplikasi yang dibuat,” ujar Daniel dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Jum’at (5/6).

Baca Juga : Workshop AI Bekali Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Hadapi IT Bootcamp Software Development Berbasis Industri

Melalui kegiatan IT Bootcamp Software Development for Industry, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pemanfaatan AI dalam pengembangan perangkat lunak, mampu menerapkan praktik terbaik dalam AI-assisted coding, serta semakin siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang mengedepankan kolaborasi antara kemampuan teknis dan teknologi kecerdasan buatan.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kehadiran praktisi industri sebagai narasumber memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai tren pengembangan perangkat lunak terkini sekaligus pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan profesional di era transformasi digital.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Melalui kegiatan seperti IT Bootcamp Software Development for Industry, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perkembangan AI, tetapi juga memiliki kesiapan untuk memanfaatkannya secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam dunia profesional. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.