SIDESA Karya Mahasiswa UBSI Kampus Solo Raih Medali Perunggu, Hadirkan Solusi Digital untuk Pelayanan Desa

0 7

BSINews, Solo — Berawal dari kepedulian terhadap tantangan pelayanan administrasi di tingkat desa, tiga mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Solo yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, berhasil menghadirkan inovasi digital dengan memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui karya SIDESA (Sistem Informasi Desa), mereka berhasil meraih Medali Perunggu dalam ajang Pekan Inovasi Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana Jakarta, Rabu (29/7).

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Adriansyah, Brandon Aji Prasatyo, dan Iksan Nurudin Effendi sebagai upaya menghadirkan sistem pelayanan desa yang lebih cepat, mudah, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi berbasis web.

Ide pengembangan SIDESA muncul dari melihat masih adanya proses administrasi desa yang dilakukan secara manual. Masyarakat sering kali harus datang langsung ke kantor desa untuk mengurus berbagai keperluan administrasi, sementara proses pencatatan dan penyampaian informasi juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

SIDESA, Senjata Digitalย  untuk Pangkas Birokrasi dan Percepat Layanan Desa

Adriasnyah menjelaskan melalui SIDESA, berbagai layanan desa kini dapat diintegrasikan dalam satu platform digital. Masyarakat dapat melakukan pengajuan surat administrasi secara daring, menyampaikan pengaduan, memperoleh informasi desa, hingga memantau perkembangan layanan tanpa harus melalui proses yang panjang.

“SIDESA kami rancang sebagai solusi untuk mendekatkan pelayanan desa kepada masyarakat. Dengan sistem digital, proses administrasi dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan mudah diakses,” ujar Adriansyah dalam keterangan tertulis, Senin (3/8).

Tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, SIDESA juga membantu perangkat desa dalam mengelola administrasi secara lebih terstruktur. Sistem ini dilengkapi dengan pengaturan hak akses pengguna, mulai dari masyarakat sebagai pengguna layanan, admin desa sebagai pengelola data, hingga kepala desa sebagai pihak yang melakukan validasi dan pengawasan.

Selain layanan administrasi, SIDESA juga menghadirkan berbagai fitur pendukung seperti pengelolaan berita desa, komunikasi dengan admin, penyimpanan arsip digital, pengajuan bantuan sosial, serta pemantauan status dokumen secara real-time.

Melalui konsep tersebut, SIDESA diharapkan dapat mendukung terwujudnya Smart Village, yaitu desa yang mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih modern.

Baca juga :ย Mahasiswa Prodi Sistem Informasi UBSI Raih Silver di Pekan Inovasi Nasional 2026 Lewat Inovasi Pembelajaran Berbasis IoT

Ahmad Fauzi selaku Kepala Kampus UBSI Solo mengapresiasi pencapaian mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan SIDESA menunjukkan bahwa mahasiswa UBSI mampu menciptakan inovasi teknologi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

“UBSI terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang mampu menjawab kebutuhan di masyarakat. Melalui kreativitas, kemampuan teknologi, dan semangat berinovasi, mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi perkembangan era digital,” ujarnya.

Prestasi SIDESA menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa UBSI tidak hanya berhenti pada ide, tetapi mampu diwujudkan menjadi solusi digital yang memberikan dampak nyata. Melalui karya ini, mahasiswa UBSI Kampus Solo menunjukkan peran generasi muda dalam mendukung transformasi digital dan pembangunan desa yang lebih maju.

Leave A Reply

Your email address will not be published.