BSINews, Tasikmalaya – Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya sebagai Kampus Digital Kreatif terus memperkuat kompetensi mahasiswa agar selaras dengan kebutuhan industri digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop IT Software Development bertema “Strengthening Software Development Competencies” yang dilaksanakan pada Sabtu (11/7) di Aula UBSI kampus Tasikmalaya. Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri untuk membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan pengembangan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Prodi Sistem Informasi UBSI Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Workshop IT Software Development
Workshop menghadirkan Yohanes Didi Rosandi dari PT Netkrom Solusindo sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Yohanes membagikan pengalaman mengenai proses pengembangan perangkat lunak di lingkungan industri, mulai dari tahapan software development, penerapan metodologi pengembangan sistem, pemanfaatan tools modern, hingga strategi membangun karier sebagai software developer profesional.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistem Informasi UBSI kampus Tasikmalaya, Deddy Supriadi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori di ruang kelas. Mereka harus memiliki pengalaman praktis dalam merancang, membangun, menguji, dan mengembangkan aplikasi agar mampu bersaing di era transformasi digital. Workshop ini menjadi salah satu langkah nyata Program Studi Sistem Informasi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap kerja,” ujar Deddy dalam keterangan rilis di Tasikmalaya, Senin (13/7).
Ketua Panitia, Dr. Ai Ilah Warnilah, menjelaskan bahwa workshop ini menjadi bagian dari strategi program studi dalam memperkuat pembelajaran berbasis praktik (project-based learning) yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi.
“Melalui workshop ini kami berharap mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan berpikir kritis, problem solving, komunikasi, serta kolaborasi dalam pengembangan perangkat lunak. Kompetensi tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa ketika menjalani magang maupun memasuki dunia kerja,” jelasnya.
Salah seorang peserta workshop, Jovan, mengaku memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kelas.
Baca juga : Siap Hadapi Sertifikasi Industri, Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Digembleng Lewat Workshop Basis Data
“Workshop ini sangat membuka wawasan kami mengenai proses pengembangan perangkat lunak yang diterapkan di industri. Penjelasan narasumber mudah dipahami karena disertai contoh implementasi nyata. Kami menjadi lebih termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan membangun portofolio aplikasi sebelum lulus kuliah,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Workshop IT Software Development ini, Deddy berharap mahasiswa semakin siap menghadapi kebutuhan industri digital yang terus berkembang. “Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mencetak lulusan yang profesional, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi” tutupnya. (Alisa)