Perkuat Tata Kelola TI, UBSI Gelar AMI Standar Sistem Informasi
BSINews, Jakarta — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) Standar Sistem Informasi sebagai bagian dari upaya memastikan keterlaksanaan standar sekaligus memperkuat kualitas pengelolaan teknologi informasi di lingkungan universitas. Audit yang berlangsung pada Jumat (14/8) tersebut melibatkan Verry Ryanto sebagai auditee dan Taufik Baidawi sebagai auditor.
Audit Mutu Internal menjadi salah satu instrumen penting dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UBSI. Melalui kegiatan ini, universitas dapat memastikan standar yang telah ditetapkan tidak hanya tersedia secara administratif, tetapi juga benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan di unit kerja.
Dalam proses AMI, auditor melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan keterlaksanaan Standar Sistem Informasi. Pemeriksaan dilakukan melalui pembahasan dan verifikasi terhadap implementasi standar serta dokumen pendukung yang telah disiapkan oleh Biro Teknologi Informasi (BTI) UBSI.
Proses tersebut juga menjadi ruang bagi auditor dan auditee untuk berdiskusi mengenai pelaksanaan pengelolaan sistem informasi, termasuk melihat kesesuaian antara dokumen yang tersedia dengan praktik yang telah dijalankan.
AMI Sistem Informasi UBSI Pastikan Standar Berjalan dan Layanan TI Terus Berkembang
Taufik Baidawi menyampaikan bahwa pelaksanaan AMI memberikan gambaran yang cukup menyeluruh mengenai keterlaksanaan Standar Sistem Informasi di lingkungan UBSI.
“Banyak informasi yang didapatkan selama AMI berlangsung. Secara keseluruhan, pelaksanaan standar sudah berjalan dengan baik dan dokumen yang dipersiapkan juga sudah baik,” ujar Taufik.
Menurutnya, AMI tidak semata-mata menjadi proses pemeriksaan terhadap pemenuhan standar. Lebih dari itu, kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk melakukan klarifikasi dan evaluasi sehingga unit kerja memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.
“Hasil audit ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat apa yang sudah berjalan dengan baik dan bagian mana yang masih bisa ditingkatkan. Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, kualitas pengelolaan sistem informasi diharapkan dapat terus berkembang,” jelasnya.
Pelaksanaan AMI Standar Sistem Informasi juga menjadi bagian dari upaya mendorong BTI UBSI untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan teknologi informasi. Hasil audit diharapkan dapat menjadi masukan dalam menentukan langkah perbaikan serta mendukung peningkatan kinerja unit secara berkelanjutan.
“Harapannya, Biro Teknologi Informasi UBSI semakin maju dan terus meningkatkan kualitasnya,” tambah Taufik.
Baca juga : BPMA UBSI Gelar Audit Mutu Internal LPPM, Perkuat Kualitas Penelitian
Melalui pelaksanaan AMI secara berkala, UBSI terus memperkuat budaya mutu di lingkungan universitas. Evaluasi terhadap keterlaksanaan standar diharapkan mampu mendorong setiap unit kerja untuk mempertahankan capaian yang telah baik sekaligus melakukan perbaikan secara konsisten.
Dengan demikian, pengelolaan sistem informasi tidak hanya mendukung kebutuhan operasional universitas, tetapi juga menjadi bagian dari tata kelola teknologi informasi yang efektif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.